News / Metropolitan
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:02 WIB
Ruang bekas ketua yayasan yang sebelumnya digunakan Indra Wargadalem (IWD) telah dipasang garis polisi, tempat ditemukannya 995 pucuk senjata, CD bermuatan pornografi, dan narkoba, Jakarta, Jumat (7/8/2026). [Suara.com/Cornelius Juan Prawira]
Baca 10 detik
  • Polres Metro Jakarta Selatan menemukan ratusan senjata, narkoba, dan CD pornografi di sekolah Pondok Pinang pada 5 Agustus 2026.
  • Barang-barang terlarang tersebut ditemukan di dua ruangan bekas ketua yayasan berinisial IWD yang sedang menghadapi proses hukum terkait dugaan korupsi.
  • Pihak kuasa hukum meminta pihak kepolisian segera melakukan sterilisasi menyeluruh di area sekolah demi keamanan serta kenyamanan para siswa.

Suara.com - Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, menjabarkan bahwa ada dua ruangan tempat ditemukannya 995 pucuk senjata, compact disk (CD) bermuatan pornografi, dan narkoba, di sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Dua ruangan itu berada di gedung taman kanak-kanak, yaitu ruang bekas ketua yayasan yang sebelumnya digunakan Indra Wargadalem (IWD) dan sebuah gudang. Dua ruangan itu berjarak sekitar 40 meter dari ruang kelas anak-anak.

"Yang kemarin ditemukan di bunker itu adalah narkoba sama senjata laras panjang. Itu pada tanggal 5 (Agustus 2026) rupanya bunker itu sudah ditemukan senjata dan narkoba," katanya, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Temuan itu telah ditindaklanjuti oleh Polres Metro Jakarta Selatan sejak 5 Agustus lalu.

"Kami baru tahu sekarang ini (ada bunker) ketika kami berhasil masuk ke dalam ruangan. Kami tidak tahu," ujarnya saat menjelaskan perihal sejak kapan bunker itu ada.

Pada ruang bekas ketua yayasan itu ditemukan CD bermuatan pornografi. Lalu di gudang, ditemukan ratusan pucuk senjata.

Kuasa hukum yayasan, Hermawanto di tempat ditemukannya 995 pucuk senjata, CD bermuatan pornografi, dan narkoba, Jakarta, Jumat (7/8/2026). [Suara.com/Cornelius Juan Prawira]

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, menyatakan dua ruangan itu, hendak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar siswa. Sayangnya, kunci pintu itu dibawa oleh IWD dan pihak sekolah tidak memiliki kuncinya.

Untung menyebut, di dalam ruang yayasan itu terdapat akses ke bunker. Terkait aktivitas mencurigakan tentang distribusi sampai penyimpanan senjata di sekolah, ia mengaku tidak pernah menjumpai aktivitas itu.

"Enggak. Karena kita percaya dia (IWD). Ternyata kepercayaan itu disalahgunakan," ujarnya kepada Suara.com sambil mengeluh jika senjata itu bisa saja digunakan untuk kejahatan.

Baca Juga: Siswi Saksi Penembakan Sekolah Thailand: Saya Berlindung di Belakang Guru yang Ditembak Mati

Steriliasi Sekolah

Demi kenyamanan siswa, Hermawanto meminta kepolisian segera melakukan sterilisasi menyeluruh di area sekolah dari benda berbahaya.

"Kepada penyidik tadi kami komunikasi dari dalam untuk memastikan bahwa pada beberapa hari ke depan harus ada sterilisasi terkait dengan daerah-daerah yang masih di-police line," ujarnya.

Ia menyatakan, penemuan itu masih berkaitan dengan konflik internal yayasan. Mantan ketua yayasan IWD telah diberhentikan atas dugaan penyalahgunaan dana yayasan sebesar Rp 2 miliar, termasuk pengalihan aset tanah ke atas nama istrinya.

IWD tengah menggugat pihak yayasan terkait pemberhentiannya sebagai ketua yayasan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Mereka (pihak IWD) melakukan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan prosesnya masih berjalan. Berkaitan dengan pemberhentian sebagai ketua karena adanya dugaan penyalahgunaan keuangan yayasan sekitar 2 miliar rupiah," jelas Herwanto.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Load More