Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan dan telah menahan mantan Dirjen Pajak, Rafael Alun Trisambodo.
Rafael Alun ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih untuk proses penyidikan selama 20 hari kedepan.
Penahanan dari Rafael Alun ini telah dihitung sejak 3 April 2023 sampai dengan 23 April 2023.
Rafael Alun terbukti menerima gratifikasi atas beberapa wajib pajak dengan kondisi tertentu.
Hal itu dilakukan saat dirinya menjabat sebagai Kabid Pemeriksaan, Penyidikan, dan Penagihan Pajak di Kanwil Dirjen Pajak Jawa Timur I.
Dalam gratifikasi tersebut, KPK memperlihatkan beragam alat bukti yang telah dikumpulkan.
Di antaranya ada puluhan tas mewah, perhiasan, dompet, jam dan lainnya.
KPK juga memperlihatkan safety deposit box (SDB) yang tersimpan dalam pecahan uang dolar AS, Singapura, dan Euro. Fantastisnya, dalam SDB tersebut nilai yang ditaksir sebanyak Rp32,2 miliar.
Netizen pun ikut mengomentari terkait beragam alat bukti yang dipamerkan oleh KPK.
Sebagian dari mereka merasa puas atas penangkapan dan penetapan Rafael Alun menjadi tersangka.
"Ini adalah bentuk kemenangan netijen +62," tulis akun @doni_fah*****.
"barang mewah tapi berbau busuk akhirnya tetep kecium juga," tulis akun @alifian_akb****.
"nah yg sebenernya kudu disita ya aset2 negar mcm itu bkn pemotongan gaji buruh, kenaikan pajak dan pln,dst,dll,etc... lebih menolong lunasin utang negara... cari pagi KPK... yg bnr yak kelola uang negara...," jelas akun @naturalhealthandbeauty_j*****.
Karma di bayar kontan, ini keajaiban doa dari orang2 yang dizolimi," kata akun @reza***.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan
-
Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?
-
Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir
-
2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik
-
Harga Pangan Kompak Turun, Cabai Anjlok hingga 43%, Daging dan Minyak Goreng Ikut Melemah
-
Cara Cek Data Siswa Penerima PIP 2026, Mudah Lewat SIPINTAR Pakai NISN dan NIK
-
Pasien Menunggu 8 Jam di IGD Jadi Alarm Perbaikan Layanan Rumah Sakit
-
Inovasi Online Dashcam Dekkalive Trio Beri Kemudahan Pantau Kondisi Kendaraan Secara Langsung
-
Ekonomi RI Tumbuh 5,29% pada Kuartal II 2026, Konsumsi hingga Investasi Jadi Motor Utama
-
Indeks CFX10 Naik Tipis, Harga Enthereum Merosot