Penyanyi dangdut Iis Dahlia mengaku mengidap penyakit Obsessive Compulsive Disorder (OCD).
Tapi dia menolak dibilang sakit mental. Menurut Iis Dahlia, dirinya cuma suka kebersihan.
"Orang berpikirnya kan penyakit mental gitu ya, padahal kalau OCD itu adalah penyakitnya ibu-ibu bersih," ungkap Iis Dahlia dalam video yang diunggah YouTube Starpro Indonesia pada Selasa (4/4/2023).
"Bersihnya tuh gue emang pembersih," imbuhnya.
Menganggap kondisinya bukanlah suatu penyakit serius, Iis Dahlia tidak pernah memeriksa ataupun berkonsultasi dengan dokter dan psikolog.
"Jadi kalau kayaknya penyakit mental gitu, apaan sih, lebay. Lebay orang-orang tuh memberitakan," tutur penyanyi berusia 50 tahun ini.
Kendati begitu, Iis Dahlia akhirnya mengaku kalau tidak paham betul tentang diagnosa dari OCD.
Berdasarkan dirinya pribadi, Iis Dalia hanya sangat suka kebersihan dan tidak bisa melihat barang atau tempat berantakan.
"Gue nggak tahu ya, OCD tuh penyakit mental apa enggak, ya gue pembersih aja. Gue orang yang kalau ada keset miring, harus gue benerin," bebernya.
Baca Juga: Dishub DKI Tambah Penutupan Putaran Balik di Jakarta Jadi 32 Titik
"Kalau berantakan gue tinggal tidur, gue nggak akan bisa tidur," imbuhnya lagi.
Kondisinya ini diketahui sudah lama ia alami. Namun karena sudah terbiasa dan merasa baik-baik saja dengan kondisinya, dia masih tidak berniat untuk mengobati hal yang diduga penyakit mental yang diidapnya tersebut.
OCD
Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) atau Gangguan Obsesif-Kompulsif adalah sebuah gangguan mental yang ditandai dengan kecemasan dan pemikiran yang terus-menerus (obsesi).
Membuat seseorang melakukan tindakan tertentu secara berulang-ulang (kompulsi) untuk mengurangi kecemasan tersebut.
Contohnya, seseorang yang memiliki OCD mungkin merasa obsesi terhadap kuman atau bakteri dan merasa tidak nyaman jika tidak membersihkan tangannya berkali-kali sehari atau menghindari menyentuh benda-benda tertentu.
Atau, mereka mungkin memiliki obsesi dengan keselamatan dan terus-menerus memeriksa pintu atau peralatan listrik untuk memastikan semuanya aman.
OCD dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang, termasuk hubungan sosial, pekerjaan, dan kesehatan mental secara keseluruhan.
Namun, OCD dapat dikelola dengan pengobatan yang tepat, seperti terapi perilaku kognitif dan obat-obatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Siksa Istri Siri Pakai Air Keras dan Paksa Buat Sabu, Aiptu N Ditahan Propam Polda Jateng!
-
KPK Ungkap Dugaan Kasus yang Menjerat Bupati Langkat Syah Afandin
-
3 Lipstik Viva Paling Tahan Lama Menurut Review Pengguna, Mana yang Layak Dicoba?
-
Komisi Ojol 8 Persen Bikin Prospek GOTO Suram, Target Harga Saham Dipangkas
-
Viral Warga Mesuji Sembelih Tapir, DPR Desak Pelaku Segera Diproses Hukum
-
Tak Perlu Pasang AC Mahal, Ini 3 AC Portable Mini Murah di Bawah Rp1 Jutaan untuk Kamar
-
Misteri Amplop di Meja Menhut, Raja Juli Ungkap Alasan Baru Dikembalikan 10 Hari Kemudian
-
Diduga Jual Jalur Cepat Impor, 3 Eks Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp78 Miliar
-
Tunda Memaksakan Diri Nyicil Vario Evo, Ini 6 Motor Under 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar 2026
-
Sehari Ditertibkan, Puluhan Pengungsi UNHCR Masih Bertahan di Trotoar Kuningan