/
Minggu, 14 Mei 2023 | 12:47 WIB
Mbah Harun calon haji tertua indonesia asal Madura, Jawa Timur

Sebanyak 66.943 jemaah calon haji lansia tahun 2023. Ada 555 jemaah (0,8 persen) berusia 95 tahun ke atas, 7.680 jamaah (11,5 persen) berusia 85-94 tahun, 12.912 jamaah (19,3 persen) berusia 75-84 tahun, dan 45.796 jamaah (68,4 persen) berusia 65-74 tahun.

Mengutip nu.or.id, calon haji tertua Indonesia tahun ini bernama Harun. Akrab disapa Mbah Harun. 

Sapaan ini tidak lain karena usianya yang sudah cukup senja. Ia lahir pada tahun 1904. Saat ini berusia 119 tahun. Tercatat sebagai jemaah calon haji tertua di tahun 2023.

Dikutip dari unggahan Instagram @informasihaji, Mbah Harun mendaftar haji pada tahun 2017. Ia mendaftar haji bermodalkan hasil menjual tanah di dekat tempat tinggalnya.

Daftar di tahun tersebut, Mbah Harun seharusnya baru dapat berangkat pada tahun 2046. Namun, ia mendapatkan kuota prioritas lansia. Sehingga bisa menunaikan haji di tahun 2023.

"Meski mendapat jadwal tunggu sampai tahun 2046, Mbah Harun tahun ini dapat berangkat melalui kuota prioritas lansia," tulis akun Instagram @informasihaji.

Mbah Harun mengaku senang dapat berangkat haji tahun 2023 ini. Ketika ditanya soal keberaniannya berangkat sendiri tanpa pendamping, jemaah haji asal Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura, Jawa Timur juga mengaku berani.

"Alhamdulillah bisa berangkat tahun ini dan Mbah Harun senang," demikian kata pria di samping Mbah Harun menerjemahkan jawaban Mbah Harun yang berbahasa Madura itu.

Ketika ditanya soal berani berangkat haji sendiri, Mbah Harun mengiyakan. 

Baca Juga: Jadi Pacar Idol Tidak Selalu Indah, Simak Kisahnya di Novel Shaka Oh Shaka!

"Nggih," jawabnya. 

Mbah Harun memang berangkat sendirian. Istrinya sudah meninggal. Sehari-hari, Mbah Harun beraktivitas mengaji dan salat. Dulu, ia bekerja sebagai petani.

Ditanya soal rahasia sehatnya, Mbah Harun menjawab rutin minum air hangat dan mengonsumsi beras dari hasil bertani.

Terkadang, ia makan nasi jagung dan konsumsi daging ikan-ikanan. 

Diceritakan, bahwa Mbah Harun berkeliling setiap pagi dari rumah ke pelatarannya. Hal itu sebagai latihan fisik sehari-hari dalam menghadapi ibadah haji. 

Sebab, ia mengaku khawatir tidak kuat. Ia juga sudah mendapatkan vaksin, memperoleh paspor dan mendaftar visa termasuk biaya pelunasan haji juga sudah ditunaikannya.

Mbah Harun terlihat sangat sehat meski pendengarannya sudah berkurang. Berbekal doa dan bantuan dari keluarga, pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan, ia tetap optimistis dapat menunaikan ibadah haji tahun ini.

Load More