Jonathan Latumahina, ayah dari David Ozora, korban penganiayaan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap ketidakadilan dalam kasus tersebut.
Ia merasa bahwa pelaku, Mario Dandy, yang masih dalam kondisi sehat, tidak menerima hukuman yang sebanding dengan penderitaan yang dialami oleh putranya.
Dalam sebuah wawancara dengan Denny Sumargo di saluran YouTube, Jonathan mengungkapkan ketidakpuasannya.
"Nggak pernah cukup. Tadi di persidangan juga gue sampein, apakah adil? Kagak. Adil itu kalau si Mario itu juga gua bikin koma," kata Jonathan dengan emosi.
Jonathan juga hadir sebagai saksi dalam sidang yang digelar pada Selasa, 23 Juni 2023. Ia mempertanyakan konsep keadilan yang masih belum tercapai.
"Kayaknya kalau kita ngomong tentang keadilan, nggak pernah bisa adil. Karena sampai detik ini anak saya juga belum normal," tambahnya.
Selain itu, Jonathan juga merasa bahwa ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dihadapi Mario Dandy tidak cukup adil. Menurutnya, hukuman penjara yang seharusnya diberikan setidaknya 20 tahun.
Kasus ini telah menarik perhatian publik sejak awal terungkapnya kekejaman yang dialami oleh David Ozora. Mario Dandy, pelaku penganiayaan, didakwa melakukan tindakan brutal yang menyebabkan luka serius pada korban.
Namun, penilaian mengenai keadilan dan hukuman dalam sistem hukum tetap menjadi tugas hakim yang bertanggung jawab untuk mempertimbangkan berbagai faktor yang relevan dalam menentukan keputusan akhir.
Baca Juga: Orang Tua Korban Penganiyaan di PIP Semarang Diteror: Masukin ke Sekolah Perawat Aja
Saat ini, sidang masih berlanjut, dan masyarakat menantikan keputusan hakim terkait hukuman yang akan diberikan kepada Mario Dandy.
Berita Terkait
-
Merasa Nggak Puas, Ayah David Ozora: Adil Itu Kalau Mario Gua Bikin Koma Juga!
-
Merasa Tak Adil, Jonathan Latumahina Ingin Mario Dandy Dihukum 20 Tahun Penjara
-
7 Kesaksian Satpam Kompleks di Persidangan: Sempat Saling Bentak dengan Mario Dandy
-
Jonathan Latumahina Sebut Amalan yang Ia Lakukan Agar David Ozora Bisa Sadar: Al Fatihah 100 Kali, Apa Keutamaannya?
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Rencana PSSI Naturalisasi Luke Vickery Bikin Media Vietnam Ketar-ketir
-
Ada Lensa di Balik Dinding: Aksi Bejat Penjual Gorengan Rekam Tetangga Mandi di Balam
-
Ambergris Aromanya Seperti Apa? Minyak Wangi yang Disukai Rasulullah
-
Kasihan Ibunya Sampai Ngamen di Jalan, Anak Pinkan Mambo Bongkar Nafkah dari Arya Khan Tiap Bulan
-
Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083
-
Berapa Gaji Kepala SPPG? Kini Bakal Dapat Motor Listrik Seharga Rp42 Juta
-
Ngenes, Generasi Sandwich Diramal Tidak akan Punya Tabungan Pensiun
-
Dilema UMKM: Naikkan Harga atau Bangkrut Gara-Gara Plastik Mahal
-
Pasporgate Mereda! 4 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Sudah Bisa Merumput Lagi di Belanda
-
Jumlah Pemilik di Kota Solok Bertambah 379 Orang