- Harga TBS sawit turun usai pengumuman skema ekspor lewat PT SDI.
- Mendag sebut penurunan harga dipicu masa transisi kebijakan baru.
- Pemerintah wajibkan ekspor CPO lewat PT SDI mulai Januari 2027.
Suara.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso merespons kabar penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah daerah setelah pemerintah mengumumkan penerapan skema ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (SDI).
Budi menilai pelemahan harga yang terjadi saat ini kemungkinan besar dipicu masa transisi kebijakan baru yang tengah disiapkan pemerintah. Meski demikian, ia menegaskan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar internasional justru masih bergerak naik.
“Ya, tapi kan harga internasional juga tinggi, naik CPO. Kan ini mungkin transisi-transisi karena baru saja,” ujar Budi di Kantor Kementerian Perdagangan, Senin (25/5/2026).
Menurut dia, harga internasional tetap menjadi acuan utama dalam pembentukan harga komoditas sawit di dalam negeri. Karena itu, pergerakan harga TBS di tingkat petani seharusnya tetap mengikuti tren positif harga global.
“Patokan internasional tertinggi, kan,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan PT SDI sebagai BUMN eksportir untuk tiga komoditas strategis, yakni CPO, batu bara, dan ferro alloy. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menata tata kelola ekspor sumber daya alam strategis nasional.
Masa transisi kebijakan akan dimulai pada 1 Juni 2026. Dalam tiga bulan pertama, eksportir yang selama ini menjalankan ekspor masih dapat beroperasi seperti biasa, namun proses pelaporannya dilakukan melalui PT SDI.
Selanjutnya, pada periode 1 September hingga 31 Desember 2026, eksportir yang telah siap diperbolehkan mengalihkan kegiatan ekspornya secara penuh melalui PT SDI.
Adapun mulai 1 Januari 2027, seluruh ekspor untuk tiga komoditas strategis tersebut diwajibkan dilakukan melalui PT SDI.
Baca Juga: Usai 1 Persen Saham Negara Masuk, Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Jadi BUMN
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI
-
Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance
-
IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan
-
Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen
-
Rupiah Konsisten Melemah saat Mata Uang Negara Lain Menguat Karena Harga Minyak Turun
-
Belajar dari Sejarah! Anggota DPR Misbakhun Klaim Rupiah Lemah Saat Ini Beda dari Krisis 1998
-
BGN Bantah Anggaran MBG Dipangkas Rp67 T Seperti Klaim Purbaya
-
OJK Tekankan Pentingnya Pasar Modal demi Pertumbuhan 7,5 Persen, Tapi Modal Asing Terus Kabur
-
Wamen ESDM Buka Suara soal Ganti Rugi Blackout Listrik Sumatra
-
Usai 1 Persen Saham Negara Masuk, Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Jadi BUMN