Muslim dan istrinya, Erna Boru Siahaan warga Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara dilaporkan atas dugaan pencurian ubi.
Padahal, ubi yang diambilnya itu merupakan sisa dari hasil panen milik perusahaan swasta atau perkebunan di Sidojadi daerah setempat.
Menurut informasi yang didapat awak media, kegiatan itu mereka lakukan untuk membeli beras dan kebutuhan sehari-harinya.
Namun, aksi pasangan suami istri itu menjadi penyebab mereka dilaporkan ke Polsek Firdaus. Karena ketahuan membawa sisa hasil panen itu kurang lebih 11 Kg.
"Jadi, saat ini suami dan saya sedang berperkara di Polsek Firdaus, Polres Serdang Bedagai. Karena mereka melaporkan kami atas dugaan pencurian ubi," kata Erna Boru Siahaan kepada awak media, Selasa (11/7/2023) siang.
Diceritakannya, insiden bermula Senin 3 Juli 2023. Sepeda motor suami Erna, Muslim ditangkap oleh perwakilan dari petugas keamanan perusahaan swasta yang mengaku sebagai pemilik ubi itu.
"Anak saya datang mengatakan motor kami yang dipakai suami saya mengambil (meleles) sisa panen ubi ditangkap centeng atau petugas keamanan kebun," ujar Erna.
Mengetahui hal itu, Erna langsung mengejar suaminya ke lokasi perkebunan untuk menemui centeng tersebut. Namun ketika dia mempertanyakan kejadian tersebut, centeng itu hanya diam dan bermain handphone.
"Karena kesal saya ambil handphone centeng itu, saya minta sepeda motor saya dikembalikan agar handphone itu saya pulangkan. Namun centeng itu gak mau dan mengancam saya akan melaporkan saya ke pihak kepolisian," tambahnya.
Baca Juga: Ngeri! Pencurian Sapi di Kota Kupang Diduga Dilakukan Dengan Cara Mutilasi
Karena ketakutan, Erna pun berlari pulang ke rumah dan menemui kepala dusun setempat. Selanjutnya dia menyerahkan handphone itu. Selanjutnya alat komunikasi itu dikembalikan kepala dusun kepada centeng itu.
"Setelah kejadian itu, tiba-tiba saya mendapat panggilan dari Polsek Firdaus saya terkejut, karena gara-gara handphone itu saya dilaporkan. Padahal, sepeda motor saya dibawa centeng itu. Padahal, saya hanya meleles ubi untuk beli beras," tambahnya.
Wanita ini berharap pertolongan kepada pemerintah yang mengerti hukum, dia juga meminta bantuan Presiden, Kapolri, Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Serdang Bedagai.
"Tolong saya dibantu, saya harap kepada Bapak Presiden RI, sama Bapak Kapolri, sama Bapak Kapolda Sumatera Utara, Bapak Kapolres Serdang Bedagai, tolong bantu saya pak. Saya mau bilang apa, tolong tegakkan hukum karena saya tidak mencuri handphone itu. Karena emosi saya mengambil handphone itu dari tangannya, tolong kami pak, kami tidak mengerti tentang hukum," harapnya.
Terpisah, Kanitreskrim Polsek Firdaus Iptu Maruli Sihombing ketika dikonfirmasi, kasus itu masih dalam proses penyelidikan.
"Masih prose lidik, kami bekerja dengan profesional dan sesuai dengan prosedur ya," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI