Ubud, terkenal dengan berupa terasering sawah yang instagrammable. Suasananya yang asri cocok untuk melepas penat dari keramaian perkotaan.
Sebutan ‘Ubud’ memang sekilas terdengar unik. Entah dari bahasa apa, menjadi pertanyaan besar bagi orang banyak.
Kira-kira kalian sudah tahu belum bagaimana asal-usul nama Ubud?
Menurut sejarah Bali kuno, pada abad ke-8 seorang pendeta bernama Rsi Markandeya mendirikan Pura Gunung Lebah.
Tepat di belakangnya, terdapat Bukit Campuhan yang dipercaya sebagai kawasan suci dan diyakini memiliki aura spiritual yang kuat.
Tak jauh dari Bukit Campuhan, sang pendeta juga menemukan wilayah kontur tanah strategis persawahan di Ubud yang dijadikan terasering. Tempat itu tidak lain adalah Tegallalang yang kini sangat populer dengan sistem teraseringnya yang indah.
Selain itu, Ubud juga dinilai cocok untuk menanam aneka tanaman obat atau dalam Bahasa Bali disebut ubad, kemudian para masyarakat dari luar Pulau Bali menyebutnya dengan nama Ubud. Nah, konon dari situlah nama Ubud tercipta.
Rasanya kurang lengkap ke Ubud kalau belum berkunjung ke Monkey Forest Ubud. Kalian bisa berinteraksi bersama monyet-monyet yang lucu dan menjelajahi wisata Bali Bird Walks.
Di Ubud juga banyak kuliner khas yang wajib dicoba. Beberapa di antaranya adalah nasi ayam kedawetan yang merupakan nasi campur bercita rasa pedas dan disajikan bersama lawar (campuran ayam, sayur, dan kelapa), lalu sate kakul alias sate siput, dan bebek betutu.
Baca Juga: Saipul Jamil Sebut Dewi Perssik Selalu Ungkit Kata Suamiku
Untuk bisa ke Ubud, penerbangan dari kota-kota besar di Indonesia seperti Medan, Jakarta, Yogyakarta, Balikpapan, Manado, Malang, dan kota lainnya ke Bandara Internasional Ngurah Rai selalu tersedia. Dari Bandara Ngurah Rai dilanjutkan dengan jalur darat selama kurang lebih satu jam.
Ubud juga bisa dicapai melalui jalur laut dengan kapal dari kota-kota besar di sekitar Bali, seperti dari Surabaya, Lombok, Makassar, Ambon, atau Merauke yang berlabuh di Pelabuhan Benoa, Denpasar. Setelah sampai di Denpasar, perjalanan ke Ubud bisa dilanjut dengan jarak tempuh sekitar 1 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Di Balik Mundurnya Dirut Pos Indonesia, Danantara Ungkap Dugaan Penyimpangan Keuangan
-
5 Parfum di Alfamart yang Tahan Lama Menurut Review Pembeli, Mulai Rp30 Ribuan
-
Tak Berkutik! KPK Tangkap Bupati Langkat di Rumah Pribadi, Sejumlah Lokasi Langsung Disegel
-
Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?
-
Siap-siap Uji Nyali! Ini 7 Film Horor Indonesia yang Tayang Juli 2026
-
2 Kategori Penjual Shopee yang Bakal Kena Pajak 0,5% Mulai Agustus 2026
-
Masih Bayar Lebih Saat Pakai QRIS? BI Sulsel Tegaskan Pedagang Tak Boleh Lakukan Ini
-
4 Sepatu Lari SPECS Terlaris di Shopee, Ini Plus dan Minusnya Menurut Pembeli
-
Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat
-
Reboisasi Tak Selalu Menambah Pasokan Air, Mengapa Iklim Jadi Faktor Penentu?