/
Kamis, 10 Agustus 2023 | 13:13 WIB
Calon Presiden Ekuador Fernando Villavicencio

Calon Presiden Ekuador Fernando Villavicencio (59 tahun), adalah mantan anggota serikat pekerja di perusahaan minyak negara Petroecuador. Kemudian berpindah haluan menjadi seorang jurnalis yang mengecam dugaan kerugian jutaan dolar dalam kontrak perdagangan minyak.

Pada tahun 2017, Villavicencio terpilih menjadi anggota Majelis Nasional Ekuador dan merupakan salah satu anggota parlemen hingga Mei 2023 mendatang. 

Dia juga merupakan salah satu dari delapan kandidat dalam pilpres mendatang, yang didukung oleh Gerakan Membangun Ekuador.

Villavicencio adalah salah satu kandidat yang paling kritis dalam menentang persoalan korupsi, terutama pada masa pemerintahan mantan Presiden Rafael Correa yang menjabat dari tahun 2007 hingga 2017.

Zuquilanda mengatakan bahwa Villavicencio telah menerima banyak ancaman pembunuhan dalam beberapa minggu terakhir. 

Bahkan, Villavicencio sampai harus selalu bepergian dengan perlindungan polisi di tengah epidemi kekejaman komplotan di negara itu.

Villavicencio sudah menikah dan dikaruniai lima orang anak.

Ditembak Saat Kampanye

Fernando Villavicencio baru saja meninggalkan tempat kampanye di ibu kota Quito ketika suara tembakan terdengar. 

Baca Juga: Siapa Pemilik PSI? Giring Ngaku Sudah Tua Ingin Kembalikan ke Pemilik Asli

Dia merupakan mantan jurnalis yang dikenal dengan sikap tegasnya melawan korupsi di negara itu.

Kandidat presiden Ekuador Fernando Villavicencio terbunuh seusai menghadiri kampanye pada hari Rabu (09/08) malam. 

Rekaman dari insiden tersebut menunjukkan Villavicencio berjalan meninggalkan acara dan memasuki kendaraannya ketika tiba-tiba terdengar suara tembakan.

Villavicencio pun terluka dan dibawa ke pusat medis terdekat, sebelum akhirnya meninggal dunia. Selain itu, beberapa orang lainnya yang turut hadir dalam acara tersebut juga ikut terluka, tetapi belum ada jumlah pasti orang yang terkena tembakan.

"Rakyat Ekuador menangis dan Ekuador terluka parah," kata penasihat kampanye Villavicencio, Patricio Zuquilanda, kepada tim AP. "Politik seharusnya tidak boleh menyebabkan kematian anggota masyarakat mana pun," tambahnya.

Tersangka penembakan dalam insiden tersebut juga dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya saat terjadi baku tembak dengan polisi setempat, menurut kantor Kejaksaan Agung.

Load More