Erick Thohir mendapatkan penghargaan dari Fédération Internationale de Basketball Amateur (FIBA) untuk 2023. Ia menghadiri secara langsung Kongres FIBA 2023 di Manila, Filipina, Rabu (23/08/2023) kemarin.
Pria yang lahir 30 Mei 1970 itu terpilih sebagai FIBA President's Award 2023. Hal itu ia sampaikan sendiri secara langsung di Instagramnya.
"Hari ini (Rabu kemarin) saya menghadiri Kongres FIBA 2023 di Manila, Filipina, bersama para anggota dewan dan federasi basket seluruh dunia," ucapnya di awal, disadur Kamis (24/08/2023).
Ia menyebut, kongres akan menunjuk Presiden FIBA yang baru. Kemudian melantik para anggota dewan untuk masa bakti 4 tahun ke depan.
Di unggahan lainnya, Erick Thohir menyampaikan ucapan syukurnya. Ia menyatakan, apresiasi tersebut berkat kerja keras dan komitmen memajukan basket di Asia.
"Alhamdulillah setelah dua periode menjadi FIBA Central Board, saya mendapat kehormatan terpilih sebagai FIBA President’s Award 2023. Apresiasi ini berkat kerja keras dan komitmen memajukan basket di Asia, termasuk menjadikan Asia (Indonesia, Jepang dan Filipina) menjadi tuan rumah FIBA World Cup 2023. Ini merupakan tambahan motivasi agar bisa terus mendorong Asia khususnya Indonesia, menjadi bagian penting dalam ekosistem basket dunia. Terima kasih juga untuk @raffinagita1717 dan @baimwong. Yuk, gas terus bola basket Indonesia!," jelasnya.
Tanggapan warganet
Warganet yang melihat unggahan Erick Thohir lantas ramai memberikan tanggapan. Banyak dari mereka menuliskan komentar tak terduga.
"Mending jadi pengurus FIBA aja pak, lebih jelas. kalo jadi pengurus bola wakanda percuma, gajelas. udah gitu supporternya susah diatur. pak erick melakukan hal apapun tentang sepak bola tetep disalahin sama mereka.," kata @insani_afnan.
Baca Juga: Apa Itu Sape? Alat Musik Pengiring Tarian Masyarakat Dayak
"Ga Penting," celetuk @suka.baca.komen.
"Sibuk amat sih bapak satu ini," sambat @_msftmsft_.
"Bapak Erick sebagai ketum PSSI tidak memberikan tugas kepada Badan Tim Nasional untuk mengajukan protes atau melayangkan ancaman terhadap keputusan wasit yg menganulir gol Sananta ketika Timnas Indonesia melawan Timnas Timor Leste di AFFU23 kemarin? Ayo pak demi merah putih, karena ini kepentingan nasional harus berani, jangan cuma berani mengeluarkan statement hukuman untuk klub lokal saja," tutur @celoteh_ambigu.
"terbaik keren banget ," celetuk @andreansyah88.
"CALON PRESIDEN MENDATANG --->," tegas @sedangviral_id.
"jadi mentri BUMN jadi Ketua PSSI pokus dulu pa satu2 biar kerjaan nya selesai," lugas @jangjihoonfals.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
-
Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
-
Putusan MK Soal Pilkada Langsung Dinilai Beri Kepastian Hukum, Ini Alasannya
-
Syuting One Piece Live Action Season 3 Resmi Rampung, Kapan Tayang?
-
Bupati Kuansing dan Sekda Serahkan Diri, Dibawa KPK dari Bandara
-
Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?
-
Sudah Hemat, tapi Tetap Boncos: Ketika Menabung Seolah Menjadi Privilege
-
Cushion Tahan Lama Merek Apa? Ini 5 Pilihannya, Ada yang Awet sampai 72 Jam
-
Dari Kotak Amal hingga Burung Kicau: Jejak 19 Kriminal Malang yang Berakhir di Tangan Polisi