Kue jenderal mabuk menjadi salah satu kue tradisional yang unik dari Kalimantan Timur.
Kabupaten Paser menjadi wilayah yang dikenal menjadi asal muasal keberadaan kue ini.
Sementara, nama kue Jenderal Mabok ini didapat karena konon katanya saking nikmat dan enaknya kue ini bisa sampai membuat jenderal mabuk kepayang.
Kue ini berwarna hijau dan biasa dijual di sekitar jalan kota-kota besar di Kaltim seperti Tenggarong, Samarinda, Balikpapan dan lainnya.
Terlebih, saat menjelang bulan Ramadhan, kue ini akan lebih sering terlihat untuk disantap.
Kue ini merupakan kue dengan campuran susu, gula dan telur dan beraroma pandan atau suji yang terasa kuat.
Biasanya, kue ini dibagi menjadi 8 iris dalam satu loyang dan dihargai sekira Rp 12 ribu sampai Rp 13 ribu.
Berikut resep Kue Jenderal Mabuk:
Bahan-bahan
Baca Juga: Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar Dikabarkan Punya Hubungan, Aurel: Nikmati
8 lembar daun pandan
7 lembar daun suji
300 cc santan kental dari 1 butir kelapa
200 gram gula pasir
350 gram putih telor
½ sdt garam
60 gram mentega lalu dilelehkan
150 gram tepung terigu
Cara membuat
1. Tumbuk halus daun pandan dan suji lalu campur dengan santan, peras dan saring atau bisa juga diparut agar warna hijaunya lebih terlihat
2. Kocok putih telor dengan gula hingga kaku
3. Campur santan hijau, garam, mentega cair dan tepung, masukan kocokan putel, aduk rata dengan pelan
4. Tuang adonan dalam loyang diameter 20 cm atau sesuai selera yang telah diolesi mentega dan ditaburi tepung, lalu kukus atau panggang selama 40 menit. Angkat dan sajikan sesuai selera
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026