Masjid Shiratal Mustaqiem menjadi salah satu masjid tertua di Samarinda, Kalimantan Timur yang menyimpan banyak nilai sejarah.
Dikutip dari laman Kemendikbud, masjid tertua di Samarinda ini menjadi saksi adanya Al Quran berusia 300 tahun.
Keberadaan Al Quran tersebut sudah ada sejak tahun 1881 dan ditulis dengan tangan.
Ada yang menyebut 2 buah Al Quran ini disumbangkan oleh warga yang ada di Samarinda Seberang.
Kemudian, di tahun 2020, sebuah penelitian menyebut kerta Al Quran ini dibuat sekitar tahun 1700 atau 1800-an.
Dikutip dari laman UINSI, masjid ini menjadi sejarah awal pada masa Kesultanan Kutai Kartanegara Aji Muhammad Sulaiman yang diawali dari perkampungan suku Bugis.
Kemudian, berdirinya masjid ini dimulai sejak masa Syekh Abdurrahman Assegaf karena tingginya tingkat kejahatan di wilayah tersebut.
Pada masa itu, Samarinda Seberang cukup dikenal sebagai daerah arena judi, baik sabung ayam pada siang hari atau pun judi dadu pada malam hari.
Selain itu, peredaran minuman keras juga marak di kawasan Samarinda Seberang sehingga menimbulkan keresahan warga sekitar karena bisa merusak citra Samarinda Seberang sebagai syiar Islam.
Baca Juga: Cinta Kuya Jualan Nasi Bakar di Amerika, Netizen: Dia Bukan Kekurangan Duit
Warga kampung hampir tak ada yang berani ke kawasan ini karena takut. Namun, pangeran Bendahara mendatangi mereka untuk mengajak menjalankan syariat Islam.
Pangeran Bendahara dan tokoh masyarakat setempat berunding untuk mencari jalan keluar agar Samarinda Seberang bersih dari aktivitas itu.
Akhirnya dalam perundingan disepakati, lahan seluas 2.028 meter persegi di sana akan didirikan masjid.
Sehingga masjid ini didirikan untuk mengurangi kejahatan di tahun 1800-an.
Menurut sejarah, Sultan Aji Muhammad Sulaiman menjadi orang pertama yang khutbah di masjid ini pada tahun 1811 sekaligus menjadi imam salat rawatib.
Lalu pada tahun 1821 datang saudagar mualaf yang memberikan menara dan kolam didepan dibangun untuk tempat berwudhu itu sebenarnya adalah sumur.
Masjid ini pernah menjadi pemenang ke-2 dalam Festival masjid-masjid bersejarah di Indonesia pada tahun 2003.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta