- Iran menyerang Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi pada Jumat (27/3/2026), melukai personel militer Amerika Serikat.
- Serangan tersebut merusak aset strategis AS berupa pesawat peringatan dini E-3 Sentry dan pesawat tanker KC-135.
- Akurasi serangan menunjukkan Iran kemungkinan besar memiliki akses intelijen berkualitas mengenai pola operasional di pangkalan tersebut.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru yang mengkhawatirkan setelah serangan udara Iran menghantam Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi pada Jumat dini hari (27/3/2026).
Serangan yang berjarak sekitar 60 mil di selatan Riyadh ini dilaporkan menggunakan kombinasi rudal balistik presisi dan sejumlah drone serbu, yang mengakibatkan kerusakan parah pada aset strategis Amerika Serikat.
Laporan The Jerusalem Post mengonfirmasi bahwa serangan tersebut melukai 10 hingga 12 personel militer AS, dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis.
Pangkalan ini merupakan lokasi operasional utama bagi Angkatan Udara AS (USAF) selama berlangsungnya Operasi Epic Fury.
Insiden ini menambah panjang daftar korban, setelah sebelumnya satu tentara AS tewas dalam serangan rudal di pangkalan yang sama pada awal Maret.
Kerugian Strategis: Hancurnya E-3 Sentry dan Tanker KC-135
Bukti satelit dan foto yang beredar di media sosial menunjukkan jejak kehancuran yang nyata.
Sementara, dikutip via Air & Spaces Force Mgz, dua foto memperlihatkan bagian belakang badan pesawat E-3 Sentry AWACS yang hangus terbakar dengan kubah radar (radar dome) yang hancur total di atas landasan.
Selain AWACS, serangan tersebut juga merusak beberapa pesawat tanker KC-135 Stratotanker. Kehilangan aset-aset ini merupakan pukulan telak bagi militer AS, karena KC-135 adalah tulang punggung pengisian bahan bakar di udara yang memungkinkan operasi jarak jauh jet tempur AS dan Israel dan E-3 Sentry adalah platform komando dan kendali paling vital yang mampu mendeteksi ancaman dalam radius 250 mil secara 360 derajat.
Baca Juga: Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
Kehilangan satu unit E-3 Sentry memiliki konsekuensi strategis yang jauh lebih besar daripada sekadar hancurnya satu kerangka pesawat.
Pesawat ini berfungsi sebagai pos komando terbang yang menghubungkan jet tempur, pengebom, dan komandan darat ke dalam satu gambaran operasional terpadu.
Heather Penney, mantan pilot F-16 dan Direktur Riset di Mitchell Institute for Aerospace Studies, memberikan perumpamaan yang kuat mengenai peran krusial pesawat ini.
"Nilai dari E-3 dan para pengelola pertempuran di dalamnya adalah mereka melihat gambaran besar. Mereka adalah pemain catur, sementara pilot jet tempur adalah bidak-bidaknya," ungkapnya kepada majalah Air and Space Forces.
Tanpa E-3 Sentry, kemampuan koalisi untuk mengelola ruang udara, merespons peluncuran rudal Iran, dan menyinkronkan paket serangan kompleks akan sangat terdegradasi.
Indikasi Keunggulan Intelijen Iran
Berita Terkait
-
Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan
-
Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium
-
Benjamin Netanyahu Makin Tak Jelas, Israel Habis Digempur Iran Tanpa Ampun
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma
-
Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo
-
PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah
-
Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor
-
Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat
-
Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja
-
Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura
-
Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu