Situs Karst Sangkulirang Mangkalihat menjadi salah satu karts di Indonesia yang memiliki banyak nilai sejarah.
Karst sendiri merupakan istilah bentangan alam yang terjadi akibat proses karstifikasi atau pelarutan dalam periode ruang dan waktu tertentu.
Dari pelarutan di batuan ini, munculah gua-gua karst yang menjadi bagian dalam proses kehidupan manusia prasejarah.
Dikutip dari laman Kemendikbud, kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat seluas 1,8 juta hektar ini terletak di Provinsi Kalimantan Timur dan membentang di wilayah 2 Kabupaten, Kutai Timur dan Berau.
Berdasarkan data survei yang pernah dilakukan, kawasan ini terdapat banyak benda bersejarah.
Ada lukisan dan gua-gua tersebut juga ditemukan berbagai artefak dan ekofak, yang diperkirakan berasal dari masa 4000 tahun yang lalu.
Hasil temuan berupa data akeologis tersebut, tersebar di berbagai gua di pegunungan karst, baik di Kawasan Karst Gunung Gergaji, Kawasan Karst Gunung Tutunambo, Kawasan Karst Gunung Pengadan, Kawasan Karst Gunung Tabalar di Kabupaten Kutai Timur, maupun Kawasan Karst Gunung Kulat di Kabupaten Berau.
Berdasarkan aspek budayanya, gua-gua yang terdapat di Kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat berpotensi sebagai situs hunian.
Hal ini dapat dilihat dari adanya tinggalan arkeologis berupa lukisan gua, fragmen gerabah, artefak batu, serta artefak tulang.
Baca Juga: Sempat Bela Mati-matian, Dewi Perssik Putus Dari Calon Suami Pilotnya
Selain itu juga didukung adanya kenampakan bentangalam berupa sungai, rawa, hutan, pegunungan kapur.
Karts Sangkulirang-Mangkalihat juga memiliki potensi sungai bawah tanah yang bisa dimanfaatkan.
Selain potensi alam yang bisa meningkatkan nilai ekonomi, seperti hutan kayu dan non kayu, batuan mineral, potensi wisata alam, serta sarang burung walet yang cukup menjanjikan.
Oleh karena itu, dengan kekayaan yang berlimpah, sebagian masyarakat sangat getol memperjuangkan kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat agar tak terjamah eksploitasi besar-besaran.
Hal ini juga yang membuat karst ini pada Mei 2015 dinominasikan untuk dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ricuh di Musi Rawas! Kantor Lurah Pasar Muara Beliti Diserbu Warga, Ini Pemicunya
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Pemuda 18 Tahun Perkosa Penyandang Disabilitas di Lamongan, Kenalan Lewat Instagram
-
Menjual Keranda di Malam Ganjil
-
Pohon Tumbang Tutup Jalan Malang-Kediri, BPBD Gerak Cepat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Deretan Plot Twist Jelang Ending Drakor No Tail To Tell
-
Virgoun dan Lindi Fitriyana Pacaran Setahun Sebelum Menikah Hari Ini
-
Malaysia Dibantai Thailand 0-8, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
98 PHL Dishub Palembang Tiba-Tiba Dirumahkan Jelang Ramadhan, Apa Penyebabnya?