Kalimantan Timur memiliki Goa unik yang berpenghuni tengkorak dan tulang belulang manusia yang berjumlah sampai ratusan.
Goa bernama Tengkorak ini terletak di Desa Kasungai, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser.
Dikutip dari laman Kemendikbud, Goa Tengkorak menjadi tempat penyimpanan tengkorak dan tulang Suku Pasir.
Goa Tengkorak terletak di tengah sebuah tebing kapur tegak berwarna putih dengan ketinggian tebing sekitar 50 meter dan ceruk di ketinggian sekitar 30 meter.
Pada dasarnya, Goa ini merupakan ceruk tebing yang memiliki tinggi sekitar 1,5 meter, lebar 2 meter, dan panjang 4 meter.
Di ujung goa terdapat sebuah lorong sempit yang tidak diketahui berapa kedalamannya dari mulut goa.
Namun yang pasti goa ini berisi 35 tengkorak dan ratusan tulang belulang manusia.
Dikutip dari website Kabupaten Paser, dahulu, goa tersebut digunakan sebagai tempat penguburan oleh suku Paser yang menganut kepercayaan animisme atau yang biasa disebut oleh masyarakat lokal, Kaharingan.
Jadi, sisa-sisa tengkorak itu merupakan sisa jenazah nenek moyang masyarakat setempat.
Baca Juga: Pakaian Raja dan Bangsawan di Kaltim yang Terlupakan
Meski terdapat banyak tulang belulang manusia, tetapi goa ini dijadikan sebagai wisata sejarah di Kabupaten Paser.
Dalam goa juga sudah dilengkapi fasilitas seperti gazebo, toilet, panggung hiburan, dan kolam renang.
Selain itu, masyarakat juga bia mengunjungi beberapa destinasi wisata lain seperti Goa Loyang dan wisata Susur Sungai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ricuh di Musi Rawas! Kantor Lurah Pasar Muara Beliti Diserbu Warga, Ini Pemicunya
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Pemuda 18 Tahun Perkosa Penyandang Disabilitas di Lamongan, Kenalan Lewat Instagram
-
Menjual Keranda di Malam Ganjil
-
Pohon Tumbang Tutup Jalan Malang-Kediri, BPBD Gerak Cepat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Deretan Plot Twist Jelang Ending Drakor No Tail To Tell
-
Virgoun dan Lindi Fitriyana Pacaran Setahun Sebelum Menikah Hari Ini
-
Malaysia Dibantai Thailand 0-8, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
98 PHL Dishub Palembang Tiba-Tiba Dirumahkan Jelang Ramadhan, Apa Penyebabnya?