Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga mengemukakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus lebih kreatif dalam upaya menambah luas lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH).
"Pemprov DKI Jakarta harus lebih kreatif dan inovatif dalam menambah luasan lahan RTH karena sangat berperan penting dalam mengurangi banjir dan menyerap polutan dan fungsi ekologis lainnya," kata Nirwono saat dihubungi di Jakarta, Selasa 3 Oktober 2023.
Menurut Nirwono, RTH berperan penting sebagai salah satu upaya memperbaiki kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya. RTH menjadi paru-paru kota yang berfungsi sebagai penyerap gas polutan, menambah oksigen, menurunkan suhu kota, menyejukkan udara serta peredam bising dan radiasi matahari.
Larena itu, Nirwono menyebutkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI perlu menambah lebih banyak lagi RTH di wilayah DKI Jakarta khususnya di Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Timur agar lebih merata seperti di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
Potensi RTH Masih Banyak
Selain itu, Nirwono menjelaskan bahwa potensi pembangunan RTH di wilayah Jakarta masih banyak, seperti jalur hijau bantaran sungai, bantaran rel kereta api dan bawah Sistem Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
Selain itu kolong jalan atau jembatan layang, tepian badan air danau, embung atau waduk serta restorasi kawasan pesisir pantai utara menjadi hutan pantai atau hutan mangrove.
Lebih baik lagi, kata Nirwono, jika bangunan gedung di Jakarta dapat diupayakan adanya lahan pembangunan taman atap (roof garden) dan taman dinding (vertical garden) meskipun tidak bisa membantu menyerap air secara alami di lingkungan sekitar.
"Penghijauan dinding dan atap gedung hanya berfungsi mikro, misal, untuk mendinginkan bangunan gedung sehingga hemat listrik, AC, tetapi tidak berpengaruh besar misal mengurangi banjir atau menyerap gas polutan," ujar Nirwono.
Sebelumnya, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Provinsi DKI Jakarta menambah 23 taman baru dengan total luas 6,7 hektare hingga akhir tahun 2023 sebagai komitmen menambah RTH.
"Tahun ini kita bangun 23 taman dengan total luasnya sekitar enam hektare, tersebar di beberapa wilayah Jakarta Timur, Utara, Barat, dan Selatan," kata Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Bayu Meghantara usai meresmikan Waste to Energy (WTE) dan Learning Center di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (19/9).
Biaya Pembangunan Taman
Proyek pembangunan taman, kata dia, akan memakan biaya sekitar Rp1 miliar-Rp1,2 miliar per taman. Bayu mengatakan tidak ada target pembangunan RTH khusus untuk wilayah di Jakarta.
Hal tersebut merupakan langkah mewujudkan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Proporsi Ruang Terbuka Hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota.
Dalam laman informasi jakartasatu.jakarta.go.id, (RTH) DKI Jakarta sebesar 33,34 juta meter persegi atau 33,34 kilometer persegi. Jumlah itu mencakup 5,2 persen dari luas Jakarta yang mencapai 661,5 kilometer persegi.
Cakupan yang ada tersebar di Jakarta Timur sebanyak 26,2 persen, Jakarta Selatan (24,87), Jakarta Utara (20,93), Jakarta Pusat (12,69) dan Jakarta Barat (8,64).
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas