Goenawan Mohamad, mantan Pemimpin Redaksi Tempo, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Goenawan Mohamad sebelumnya pernah menyebut Jokowi sebagai presiden terbaik dalam sejarah Indonesia, namun kini ia berbalik kecewa.
Dalam sebuah tulisan yang diunggah di media sosial, Goenawan Mohamad mengatakan bahwa Jokowi telah terkena "madat" kekuasaan dan pujian. Ia menjadi tidak mudah dikritik dan tidak mendengarkan saran-saran akal sehat.
Salah satu contohnya, Jokowi tidak mendengarkan saran untuk membangun ibu kota baru secara bertahap. Ide tersebut dinilai Goenawan Mohamad akan berantakan jika tidak direalisasikan dengan seksama.
Goenawan Mohamad juga kecewa dengan perlakuan istimewa yang diberikan Jokowi kepada anak-anaknya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. Ia menilai bahwa Jokowi telah melakukan hal yang sama seperti Suharto, yang memberi keistimewaan kepada anak-anaknya.
"Semula saya dan banyak orang pernah kagum, juga terharu, melihat Gibran dan Kaesang bekerja sebagai pengusaha biasa (jual martabak dan pisang goreng), bukan dengan memonopoli bidang bisnis besar seperti anak-anak Suharto," kata Goenawan Mohamad.
"Tapi ketika dengan mudahnya — tanpa kompetisi terbuka, tanpa prosedur yang benar — putra-putra Jokowi naik ke kursi kekuasaan, saya mulai ragu dan meneliti. Ternyata Jokowi, presiden saya, presiden yang dicintai rakyat, telah memberi mereka keistimewaan secara tak adil."
Goenawan Mohamad mengaku kecewa dan sedih melihat hal tersebut. Ia menilai bahwa demokrasi Indonesia mulai retak karena orang-orang yang dipercaya ternyata culas.
"Saya sadar saya dan banyak orang lain seperti saya, tak berdaya melawan," kata Goenawan Mohamad.
Baca Juga: Pengangguran dan Konsensus Keadilan: Persoalan Individual atau Hambatan Sosial?
"Tapi tak bisa saya akan hanya diam; saya akan bersalah kepada negeri kita yang satu-satunya ini jika saya hanya diam."
Goenawan Mohamad mengatakan bahwa ia masih memiliki harapan untuk Indonesia. Ia masih bisa menulis dan melukis, kegiatan yang menurutnya masih bisa menjadi sarana untuk melawan ketidakadilan. Ia juga masih memiliki teman-teman yang setia kepada prinsip.
"Saya masih mendengar mereka yang menggertakkan geraham berkata: “Cukup! Hentikan!” — mereka yang tahu apa yang bakal hancur, bakal direnggutkan dari generasi Indonesia yang akan datang," kata Goenawan Mohamad.
Berita Terkait
-
Viral Tulisan Goenawan Mohamad Kecewa Dengan Presiden Jokowi: Melakukan Apa yang Dilakukan Soeharto
-
Pamerkan Kedekatan dengan Jokowi dan Erick Thohir, Nathan Tjoe-A-On Bersedia untuk Dinaturalisasi?
-
Profil Nathan Tjoe-A-On, Pemain Swansea City yang Bersedia Jadi Tandem Elkan Baggott di Lini Belakang Timnas Indonesia
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Polisi Buru 2 Otak Perusakan Kabel Optik Pademangan, Dibayar Rp1 Juta untuk Jegal Pesaing
-
Geger Pistol dan CD Porno di Sekolah Harapan Ibu: 580 Siswa PJJ; Yayasan Lapor KPAI dan DPR
-
3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
-
Promo Indomaret Terbaru Hari Ini 9 Agustus 2026, Susu dan Perlengkapan Balita Diskon Besar
-
6 Skin Tint yang Cocok untuk Kulit Kering dan Dehidrasi, Hasil Makeup Lebih Nyatu
-
Alur Gila 'The Scarecrow': Trauma Lama, Pembunuh Berantai dan Misteri Gelap
-
Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat
-
5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam
-
Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman