Suara.com - Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber pangan yang belum banyak dimanfaatkan di dalam negeri padahal di negara lain justru menjadi primadona.
"Kalau kita bicara tentang sumber pangan banyak yang bisa kita kembangkan. Primadona pangan kita banyak sekali dari yang terkecil sampai yang tertinggi," kata Winarno di Jakarta, Kamis (6/3/2014) seperti dikutip dari Antara.
Winarno memberi contoh melinjo yang dikenal di Indonesia berbahaya bagi penderita asam urat justru dimanfaatkan untuk kesehatan di Jepang. Bahkan Jepang akan mengembangkan melinjo untuk es krim.
"Melinjo mengandung polifenol yang kalau direbus justru baik untuk kesehatan, asal jangan digoreng. Ada penelitian di Majalengka (Jawa Barat) terhadap 200 orang, hasilnya 100 orang yang makan melinjo umurnya lebih panjang," jelas Winarno.
Ia menambahkan minyak kepala sawit (CPO) yang bisa menghasilkan produk-produk bermanfaat lain seperti sabun dan oli apabila diolah. Tetapi kenyataannya, Indonesia masih lebih banyak mengekspor bahan mentah minyak kelapa sawit yang keuntungannya lebih kecil apabila diproses lagi menjadi produk lain.
"Kalau diolah jadi lebih bagus, ikutannya lebih banyak dan harga lebih tinggi. Misal sawit, ikutannya sabun, minyak, dan lainnya. Lalu sekam kalau dibakar, panasnya mengandung turbin lalu karbonnya bisa jadi karbon tinta fotokopi," kata Winarno.
Terkait lahan yang semakin sempit, ia mengatakan hal tersebut berlaku untuk tanaman padi tetapi apabila masyarakat memanfaatkan potensi karbohidrat lain maka persoalan tidak menjadi masalah.
"Lahan sempit kalau bicara padi, iya. Tapi kalau bicara karbohidrat secara umum, kita banyak seperti jagung, singkong, ubi, sagu. Asal karbohidrat tidak harus dari beras saja, makanya ada istilah diversifikasi pangan non beras," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina