Suara.com - Pemerintah Cina tengah mempertimbangkan untuk memberikan insentif tambahan kepada mobil listrik yaitu tidak dikenakan pajak. Ini merupakan salah satu kebijakan untuk meningkatkan penjualan mobil listrik.
Wakil Perdana Menteri Cina Ma Kai mengatakan, pemerintah berencana memotong atau mungkin menghapus pajak 10 persen yang dikenakan kepada konsumen yang membeli mobil listrik. Menurut Ma, penghapusan pajak itu merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi subsidi pada 2015.
Pemerintah Cina menargetkan bisa menjual 500 ribu mobil listrik pada 2015. Namun, ada sejumlah kendala yang masih harus dihadapi yaitu infrastruktur untuk mengisi listrik mobil tersebut. Penjualan mobil listrik akan membantu Cina untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Selain itu, mobil listrik juga akan membantu mengurangi tingkat polusi di Cina yang sudah mencapai taraf mengkhawatirkan. Tujuan lain adalah untuk membantu meningkatkan industri otomotif lokal karena mobil listrik dirakit dan dibuat oleh perusahaan lokal. (Bloomberg)
Berita Terkait
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026
-
Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun