Suara.com - Nike merilis tampilan jersey resmi timnas Inggris untuk Piala Dunia Brasil 2014. Namun, harganya yang dinilai terlalu mahal, menuai protes keras dari para fans timnas Inggris.
Nike sudah meluncurkan kostum timnas Inggris yang akan dipakai pada Piala Dunia 2014 nanti. Harga jual kostum itu 90 poundsterling atau Rp1,7 juta per potong. Pro kontra pun merebak terkait mahalnya harga kostum timnas Inggris itu. Bahkan, Perdana Menteri David Cameron termasuk yang memprotes harga kostum timnas Inggris itu yang dianggap terlalu mahal.
Laman The Mirror mengungkapkan asal muasal pembuatan kostum timnas Inggris itu. Berdasarkan penelusuran The Mirror, kostum yang dijual mahal itu dibuat oleh buruh Nike di Indonesia yang digaji Rp5.642 per jam.
Berdasarkan informasi dari Ultra Petita, perusahaan pembuat kostum olahraga dari Perancis, biaya untuk membuat kostum timnas Inggris itu hanya sekitar 4 poundsterling. Murahnya biaya produksi karena proses produksi yang dilakukan di negara berkembang seperti Indonesia.
Biaya buruh yang murah membuat biaya produksi bisa ditekan. Ultra Petita menyebut, apabila kostum itu dibuat di Eropa maka biaya produksinya bisa mencapai 17 poundsterling.
“Buruk pabrik Nike masih berjuang untuk bisa menghidupi keluarganya dan hidup dengan gaji di bawah standar. Harga 90 poundsterling kostum timnas Inggris itu seperti tendangan di gigi buruh dan juga para fans Inggris,” kata Graciela Romero, aktivis antikemiskinan dari War on Want.
Nike berkilah, harga mahal kostum timnas Inggris untuk Piala Dunia 2014 karena pembuatannya harus melalui riset dan pengembangan, termasuk menggunakan bahan dari 8 bahan daur ulang botol plastik di setiap kostum.
Buruh Nike di Indonesia sempat melakukan protes tahun lalu menuntut kenaikan gaji. Tuntutan mereka akhirnya dipenuhi dan gaji buruh naik 44 persen menjadi Rp2,2 juta per bulan. (Mirror)
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek