- Rupiah menguat 0,25 persen ke level Rp17.840 per dolar AS pada perdagangan Senin, 1 Juni 2026.
- Penguatan tersebut menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan performa terbaik di Asia di tengah fluktuasi pasar.
- Stabilitas dolar AS akibat penurunan harga minyak dunia menjadi pendorong utama penguatan nilai tukar mata uang rupiah.
Suara.com - Perdagangan nilai tukar rupiah di pasar spot internasional tampil perkasa di awal perdagangan hari ini, Senin (1/6/2026).
Mata uang Garuda menguat meskipun di dalam negeri perdagangan tidak dibuka dikarenakan hari Kebangkitan Pancasila. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ada di level Rp17.840 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini membuat rupiah menguat 0,25 persen dibanding penutupan Jumat (29/5/2026) yang berada di Rp17.881 per dolar AS. Alhasil, rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia dan berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah disebabkan dolar AS yang mulai stabil. Salah satunya mengenai harga minyak yang turun.
"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS oleh turunnya harga minyak mentah dunia," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia menambahkan, investor masih wait and see perkembangan kesepakatan AS Iran yang masih limbung. Untuk itu, investor juga mengantisipasi data penting domestik besok yaitu inflasi dan perdagangan yang bisa membuat rupiah bisa tertekan.
"Rupiah masih bisa berpeluang melemah di Range 17.800-17.900," ujar Lukman.
Sementara itu, mata uang Asia bergerak fluktuatif. Salah satunya dolar Taiwan berada satu level di bawah rupiah setelah menguat 0,12 persen terhadap the greenback.
Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,69 persen. Disusul, baht Thailand yang turun 0,2 persen. Berikutnya ada peso Filipina tertekan 0,19 persen dan yen Jepang terkikis 0,14 persen. Lalu dolar Singapura terdepresiasi 0,1 persen.
Berita Terkait
-
Rupiah 'Kena Mental'! Dolar Singapura Tembus Rp14.000, Pertama Dalam Sejarah RI
-
Gawat! Mata Uang Garuda Babak Belur, Dolar AS dan Singapura Kompak Hajar Rupiah Hari Ini
-
Update Kurs Rupiah 29 Mei 2026: Rupiah Menguat ke Rp17.814 per Dolar AS, Mata Uang Asia Bangkit
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Rupiah Anjlok ke Rp17.870 Hari Ini, Cek Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini
-
IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout
-
Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen
-
SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini
-
Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat
-
Ikuti Tren Global, Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen
-
Harga BBM di SPBU Swasta hingga Pertamina per 1 Juni 2026
-
Harga BBM Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 20.750/liter
-
Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara