Suara.com - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Nusron Wahid meminta pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla memperluas akses penjaminan kredit bagi pelaku usaha kecil dan mikro selain program kredit usaha rakyat.
"Selama ini yang mendapat fasilitas premi penjaminan kredit hanya penerima KUR di bank-bank pemerintah. Padahal, pelaku UKM yang belum tersentuh KUR masih sekitar 70 juta orang," kata Nusron saat menyampaikan presentasi pada acara Rakernas 2014 Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dengan tema Urgensi Peranan Lembaga Penjamin Kredit bagi UMKM dan Koperasi, di Jakarta, Selasa (3/9/2014) malam.
Nusron yang juga Ketua Umum GP Ansor mengatakan bahwa program penjaminan kredit saat ini terbukti telah berhasil memberikan kontribusi dalam peningkat aset, omzet, dan keuntungan yang berlipat ganda bagi penerima penjaminan kredit.
Kalau semua pelaku usaha mikro, baik yang minta kredit di bank BUMN maupun BPD, mendapatkan fasilitas penjaminan seperti kredit usaha rakyat (KUR), Nusron yakin sektor riil akan bergerak di perdesaan.
"Pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat dengan pertumbuhan yang berkualitas dan inklusif, dan penambahan penyerapan tenaga kerja juga akan berlipat," ujarnya.
Kalau konsep ini diberlakukan, lanjut Nusron, juga akan menumbuhkembangan bisnis penjaminan yang ada di Indonesia. Apalagi, selain Jamkrindo dan Askrindo, sekarang sudah mulai muncul banyak adanya perusahaan penjaminan daerah di berbagai provinsi, antara lain Jawa Timur, Papua, dan Bali.
"Saya yakin di hampir setiap provinsi akan muncul jamkrida-jamkrida baru," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nusron juga meyakini program KUR adalah salah satu program bagus dalam upaya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Oleh karena itu, kepada pemerintahan Jokowi-JK ke depan, program tersebut wajib dilanjutkan.
"Program KUR atau apa pun namanya nanti bahwa program KUR ini solusi terbaik yang pernah dilakukan oleh pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono yang wajib dilanjutkan dengan apa pun namanya," kata Nusron.
Sementara itu, Dirut Jamkrindo Diding S Anwar menyambut baik kalau sampai semua pelaku UKMK mendapat fasilitas penjaminan kredit.
"Kami siap melayani kalau sampai semua bank diizinkan untuk mendapatkan fasilitas penjaminan kredit. Saya kira ide itu bagus," kata Diding. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya
-
Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen
-
Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi
-
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk
-
Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan
-
Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi
-
420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital