Bisnis / Makro
Minggu, 01 Maret 2026 | 16:06 WIB
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • Eskalasi konflik Iran-Israel berdampak pada penerbangan internasional di Timur Tengah; Menhub mengimbau peningkatan kewaspadaan maskapai.
  • Sejumlah maskapai asing membatalkan penerbangan ke Timur Tengah, sementara Garuda dan Lion Air belum terdampak rute umrah.
  • Beberapa negara menutup ruang udara, dan Menhub meminta penanganan maksimal bagi penumpang yang mengalami pembatalan atau penjadwalan ulang.

Suara.com - Eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat mulai berdampak pada penerbangan internasional, termasuk rute yang melewati kawasan Timur Tengah.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai nasib penerbangan umrah dari Indonesia.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, mengimbau maskapai yang melayani rute internasional, khususnya yang menuju atau melintasi wilayah Timur Tengah, untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Sebagian penerbangan internasional yang melewati kawasan Timur Tengah turut terdampak, sebagian dibatalkan, namun ada perjalanan yang saat ini belum terdampak. Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang secara aktif memantau perkembangan informasi," ujar Menhub Dudy di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Sebuah pesawat Boeing 777 yang dioperasikan oleh Qatar Airways sedang terbang (Shutterstock).

Sejumlah maskapai asing dilaporkan telah membatalkan penerbangan dari dan menuju berbagai kota di Timur Tengah sejak konflik memanas.

Maskapai seperti Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Ethiopian Airlines, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, IndiGo, SriLankan Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines, dan Scoot disebut menghentikan atau membatalkan penerbangan di kawasan tersebut.

Sementara itu, Saudia masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah kota tujuan di Timur Tengah. Adapun Ethiopian Airlines tetap beroperasi, namun tidak melayani penerbangan ke Amman (Yordania) dan Tel Aviv (Israel).

Bagi Indonesia, perhatian utama tertuju pada penerbangan umroh menuju Jeddah. Dua maskapai nasional yang melewati ruang udara Timur Tengah, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air, hingga kini dilaporkan belum terdampak langsung.

Menhub menyebut penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah masih berjalan normal. Namun untuk rute ke Eropa, penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam dilakukan penyesuaian jalur atau reroute melalui Kairo, Mesir.

Baca Juga: Garuda Indonesia Stop Sementara Penerbangan Doha

"Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk perjalanan umrahh," imbuh Menhub.

Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan Airnav Indonesia, maskapai, pengelola bandara, hingga otoritas asing guna memastikan pembaruan informasi keamanan wilayah Timur Tengah.

Sejumlah negara bahkan telah menutup ruang udara untuk semua kedatangan dan keberangkatan, baik penerbangan komersial maupun pribadi. Negara-negara tersebut antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.

Dengan adanya pembatalan dan penyesuaian jadwal penerbangan, Menhub juga meminta maskapai dan pengelola bandara memberikan penanganan maksimal bagi penumpang terdampak, termasuk pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, pengaturan akomodasi, hingga penjadwalan ulang penerbangan.

Meski situasi global memanas, Menhub memastikan operasional penerbangan di seluruh bandara Indonesia, khususnya untuk rute internasional, tetap berlangsung aman dan lancar baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang.

Load More