Suara.com - Nama Andre John Hall dikenal sebagai “Tuhan” dari para pedagang minyak mentah di dunia. Hall membangun sukses dengan prinsip yang sederhana yaitu setiap orang yang tidak sependapat dengannya sudah pasti salah.
Selama 30 tahun terakhir, prinsipnya itu menjadi strategi pembunuh yang jitu. Seperti pemain poker yang terus meraih kemenangan, Hall meraih miliaran dolar dari perusahaan dengan menjual minyak mentah seperti memasang taruhan yang agresif.
Dia merupakan salah satu pedagang minyak dunia yang bisa mengantisipasi krisis minyak pada 2008. Saking hebatnya, Hall pernah mendapatkan bayaran 98 juta dolar Amerika dalam satu hari. Itu terjadi pada 2008 ketika dia menjalankan perusahaan Citiroup Inc’s Phibro LLC. Tahun berikutnya, dia sukses meraih 100 juta dolar dalam sehari.
Melonjaknya harga minyak mentah dunia dari tahun ke tahun semakin mempertebal pundi-pundi Hall. Eksplorasi minyak di Amerika mencapai titik tertinggi dalam 27 tahun terakhir sehingga negara Pamans Sam itu mampu memenuhi 84 persen konsumsi dalam negerinya.
Namun, Hall mulai kehilangan daya magisnya. Sejumlah asetnya terus merugi seperti Astenbeck Capital Management LLC yang turun dari 4,8 miliar dolar Amerika pada Januari menjadi 3,4 miliar dolar Amerika pada Mei. Sedangkan Astenbeck di Connecticut juga turun 3,8 persen.
Meski terus merugi, Hall tetap optimistis bahwa harga minyak dunia akan terus naik. Dalam surat kepada investor, dia meyakinkan bahwa harga minyak akan kembali bangkit.
“Ketika anda percaya kepada sesuatu, maka fakta menjadi hambatan yang tidak menyenangkan,” kata Hall ketika ditanya tentang prediksi harga minyak akan turun menjadi 75 dolar Amerika per barel.
Hall kembali akan melanjutkan perjudiannya dan memprediksi harga minyak mentah dunia akan menembus 150 dolar Amerika per barel dalam waktu kurang dari lima tahun.
Dia menggunakan sebagian besar uangnya untuk investasi kontrak minyak dalam jangka panjang, yang baru akan dihasilkan pada 2019. Untuk menarik pembeli, penjual kontrak jangka panjang itu biasanya akan menawarkan potongan harga dari harga jual minyak sekarang.
Strategi yang digunakan Hall ini, yang disebut sebagai loan sharking, telah memperlihatkan tanda-tanda kesuksesan. Pada Februari lalu, kontrak minyak di West Texas Intermediate baru mencapai 76 dolar Amerika.
Pada Juli, angka itu sudah naik menjadi 88 dolar Amerika. Dengan demikian, Hall sudah meraih keuntungan 12 dolar Amerika per barel atau 16 persen, dari kontrak jangka panjangnya itu. (Bloomberg)
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!
-
Tanda-tanda Ekonomi RI Lesu Muncul dari BPS
-
Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok
-
Sobat Indibiz Resmi Diluncurkan, Telkom Perluas Peluang Perempuan UKM Naik Kelas di Era Digital
-
Momentum Tanggal Kembar Jadi Waktu Favorit Wisatawan Indonesia
-
IHSG Menghijau, Saham BBCA Rebound Tipis ke Level Rp5.875
-
Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas
-
Zulhas Ungkap Marak Penipuan Rekrutmen Kopdes Merah Putih: Seleksi Gratis dan lewat Situs Resmi
-
639 Ribu Pelamar Berebut 35.476 Formasi Kopdes Merah Putih
-
Surplus Neraca Perdagangan Dorong IHSG Naik pada Sesi I, 359 Saham Menghijau