- Inflasi tahunan April 2026 terkendali di level 2,42 persen.
- Papua Barat & Manokwari catat inflasi tertinggi nasional sebesar 5,00 persen.
- Kelompok perawatan pribadi melonjak tajam hingga 11,43 persen.
Suara.com - Laju inflasi Indonesia pada April 2026 tercatat cukup terkendali di level nasional, namun memberikan alarm merah bagi wilayah timur Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) menyentuh angka 2,42 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,09.
Meski angka nasional relatif stabil, Provinsi Papua Barat menjadi sorotan tajam setelah mencatatkan inflasi tertinggi di tanah air mencapai 5,00 persen. Secara spesifik, Manokwari menjadi daerah yang paling terdampak dengan kenaikan harga di level yang sama.
"Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 5,00 persen dengan IHK 112,30. Sementara untuk tingkat kota, Manokwari juga mencatatkan angka 5,00 persen," tulis laporan BPS, Senin (4/5/2026).
Sebaliknya, Provinsi Lampung justru menikmati udara segar dengan inflasi terendah nasional yang hanya sebesar 0,53 persen. Bahkan, Kota Bandar Lampung mencatatkan angka lebih mini lagi, yakni 0,33 persen.
Jika menilik penyebabnya, kenaikan harga terjadi merata di seluruh kelompok pengeluaran. Namun, lonjakan paling gila-gilaan terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meroket hingga 11,43 persen.
Diikuti kemudian oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 3,06 persen. Sementara sektor transportasi dan kesehatan juga turut menyumbang kenaikan masing-masing sebesar 1,61 persen dan 1,49 persen.
Adapun secara bulanan (month-to-month), April 2026 mengalami inflasi tipis sebesar 0,13 persen. Sementara inflasi tahun kalender (year-to-date) hingga April 2026 telah mencapai 1,06 persen.
Untuk inflasi inti, BPS mencatat adanya kenaikan sebesar 2,44 persen secara tahunan. Angka-angka ini diprediksi akan menjadi basis evaluasi kebijakan moneter dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga komoditas global.
Baca Juga: May Day 2026: Saat Kenaikan Upah Hanya Menjadi Oase di Tengah Gurun Inflasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026