Suara.com - Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Perniagaan dan Kewirausahaan Edy Putra Irawady mengungkapkan, para penarik tali kapal di Indonesia yang rata-rata berkewarganegaraan asing mendapatkan gaji Rp19 juta dalam sebulan.
"Misalnya tenaga off shore -nya penarik tali kita impor dari Filipina atau Bangladesh, gajinya 1.600 dolar Amerika. Itu setara Rp 19 juta, dengan kurs Rp11.900 per dolar Amerika. Biasanya mereka bekerja di perusahaan-perusahaan tambang minyak," ungkap Edy di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (23/9/2014).
Sementara itu, kata Edy Putra, penarik kapal Indonesia hanya digaji Rp6 juta per bulan karena tak memiliki sertifikat, jauh dari penarik kapal impor yang memiliki sertifikat.
"Tenaga kita itu nggak ada sertifikat, jadi cuma dibayar 300-500 dolar Amerika atau maksimal Rp6 juta per bulan," jelasnya.
Untuk itu, dia menambahkan, dirinya berharap presiden terpilih Joko Widodo agar memprioritaskan peningkatan SDM Indonesia di industri maritim ini.
"Sekarang kita kerja sama dengan Unilever dan beberapa perusahaan lain. Kita sekolahkan tenaga-tenaga kita ke sana untuk dapatkan sertifikat. Tanpa itu, SDM kita tidak bisa menjual dirinya," pungkasnya.
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
9 Daftar Saham RI yang Hanya Dikuasai Segelintir Orang, Jadi Catatan Merah MSCI
-
Waspada Vape Bodong! Konsumen Diimbau Pilih Produk Berpita Cukai demi Keamanan
-
Kurs Rupiah Masih Tembus Rp17.000, Bos BI Klaim Cadangan Devisa Aman
-
IHSG Diproyeksi Menguat Didorong Kabar Perundingan AS-Iran, Ini Saham Rekomendasinya
-
Terancam Downgrade MSCI, BEI Optimistis IHSG Tetap Kuat dan Naik 8%
-
Melihat Peran Perempuan Jadi Petani Sawit
-
Wall Street Pecahkan Rekor Baru Setelah Trump Perpanjang Gencatan Senjata
-
Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.527 Triliun, BI Ungkap Penyebab dan Strateginya
-
Butuh Rp1.200 Triliun, Pemerintah Berencana Garap 14.000 Km Jalur Kereta Api
-
Kawasan Industri Anak Usaha Harita Group Bantu Kayong Utara Cetak Rekor Pertumbuhan Ekonomi