- "Yang dilikuidasi 12 atau 14. Saya lupa, nanti dicek," ujar Dony.
- Skema yang disiapkan manajemen adalah melakukan konsolidasi.
- Dony memberikan jaminan kuat bahwa kebijakan perampingan ini tidak akan memicu badai pemutusan hubungan kerja (PHK).
Suara.com - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengumumkan bahwa PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berencana melakukan likuidasi atau penutupan terhadap 12 hingga 14 anak perusahaan yang berada di bawah naungannya.
"Yang dilikuidasi 12 atau 14. Saya lupa, nanti dicek," ujar Dony saat memberikan keterangan kepada media seusai menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin kemarin.
Meskipun akan ada penutupan entitas bisnis, Dony memberikan jaminan kuat bahwa kebijakan perampingan ini tidak akan memicu badai pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para pegawai di lingkungan Telkom Group.
Skema yang disiapkan manajemen adalah melakukan konsolidasi serta pemindahan para karyawan ke anak usaha Telkom lainnya yang masih beroperasi aktif.
"Misalkan kayak fiber optic, itu nanti terkonsolidasi ada beberapa perusahaan yang jadi satu. Kan, size-nya jadi besar, karyawannya ikut. Kan banyaknya merger," jelas Dony, dikutip dari Antara.
Di tengah rencana restrukturisasi tersebut, emiten berkode saham TLKM ini baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Dalam forum tertinggi pemegang saham tersebut, disepakati adanya pergantian dua anggota dewan komisaris. Penyegaran ini sengaja dilakukan sebagai strategi memperkokoh fondasi kepemimpinan, guna mengawal ketat agenda transformasi digital korporasi serta mengantisipasi dinamika pasar yang kian kompetitif.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menggarisbawahi bahwa seluruh resolusi yang disetujui dalam RUPST merupakan cerminan komitmen manajemen dalam mendongkrak performa finansial dan menghadirkan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemodal.
Dari sisi pemenuhan hak pemegang saham, Telkom mendapatkan persetujuan untuk membagikan dividen tunai dengan total nilai fantastis, yakni mencapai Rp21,9 triliun untuk tahun buku 2025.
Baca Juga: Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?
Tidak hanya itu, sebagai upaya menjaga stabilitas nilai saham di pasar modal, rapat juga memberikan lampu hijau bagi perseroan untuk mengeksekusi program pembelian kembali (buyback) saham dengan alokasi anggaran maksimal Rp4 triliun.
Pada tataran strategis yang lebih makro, BP BUMN bersama Danantara telah menyepakati sebuah linimasa akselerasi streamlining atau penciutan struktur usaha Telkom Group secara masif. Ditargetkan pada akhir tahun 2026, jumlah anak perusahaan yang saat ini mencapai 67 entitas akan dipangkas secara ekstrem hingga menyisakan 19 entitas utama saja.
Konsolidasi radikal ini dirancang guna memantapkan posisi Telkom sebagai strategic holding digital berskala nasional.
Untuk menyukseskan visi tersebut, sejumlah program prioritas interkoneksi infrastruktur kini tengah digenjot, yang meliputi:
- Konsolidasi FiberCo BUMN: Penyatuan aset jaringan kabel serat optik milik negara.
- Ekspansi Data Center & TowerCo: Penguatan kapasitas pusat data serta pengelolaan menara telekomunikasi.
- InfraCo & Penataan Lisensi: Sinkronisasi hak konsesi operasional jangkauan jaringan agar lebih adaptif dan berdaya saing di kancah global.
Tag
Berita Terkait
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
Konsolidasi Lagi, Dasco Kumpulkan Menteri ESDM-Danantara Yakinkan Investor dan Publik
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom
-
Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto
-
CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional
-
IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
-
Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju