- Pipeline IPO BEI menyusut menjadi 12 perusahaan, turun dari 15 perusahaan tiga bulan sebelumnya, dengan mayoritas calon emiten merupakan perusahaan besar yang memiliki aset di atas Rp250 miliar.
- Sektor kesehatan mendominasi antrean IPO, dengan tiga perusahaan dalam pipeline. Dua di antaranya berpotensi memperoleh Persetujuan Prinsip Bursa pada Juni 2026 dan ditargetkan melantai di bursa pada akhir Juni atau awal Juli 2026.
- Proses IPO masih terus berjalan meski jumlah antrean berkurang, di mana sembilan calon emiten masih dalam tahap evaluasi dokumen oleh BEI, sementara satu perusahaan, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), telah resmi mencatatkan saham dan menghimpun dana sekitar Rp300 miliar.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan ada delapan perusahaan yang segera melakukan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO).
Adapun, sebanyak 12 calon emiten akan IPO. Jumlah tersebut berkurang tigs dari rencana 15 emiten pada pipeline yang dirilis tiga bulan lalu.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan, jumlah perusahaan yang antre untuk melaksanakan IPO turun jadi 12 perusahaan dari sebelumnya sebanyak 15 perusahaan.
"Hingga saat ini, terdapat 12 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ujar Nyoman dalam jawaban tertulis, Senin (9/6/2026).
Dari sisi skala aset, mayoritas perusahaan yang antre IPO tergolong besar. Sebanyak delapan perusahaan memiliki aset di atas Rp250 miliar dan empat perusahaan lainnya berada pada kategori aset menengah, di kisaran Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Jika dilihat berdasarkan sektor, tiga perusahaan berasal dari sektor kesehatan, tiga perusahaan dari sektor konsumer siklikal, dua perusahaan konsumer non-siklikal, satu perusahaan finansial, dua perusahaan infrastruktur, dan satu perusahaan teknologi.
Lalu, ada dua perusahaan bidang kesehatan yang juga bakal dapat persetujuan tersebut. Sehingga ketiga perusahaan berencana dicatatkan melantai pada akhir Juni atau awal Juli 2026.
“Dua perusahaan di bidang Healthcare berpotensi besar untuk mendapatkan Persetujuan Prinsip Bursa di bulan ini juga. Ketiganya berencana akan dicatatkan di akhir Juni atau awal Juli 2026," tulisnya.
Sementara itu, untuk sembilan calon emiten lain statusnya masih dalam proses evaluasi dan penelaahan dokumen oleh BEI.
Baca Juga: IHSG Ambruk Ditinggal Investor Asing, Mengapa Masalah Utama Ada di Dalam Negeri?
Sebagai informasi, BEI melaporkan satu perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun sekitar Rp300 miliar, yakni PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA).
Berita Terkait
-
Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar
-
Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?
-
Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham
-
Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia
-
Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Harga Emas di Pegadaian Pagi Ini: Antam Mulai Naik, Emas Lain Ada yang Turun
-
Uang Tunai dan Dana Perbankan Tetap Melimpah, BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,2%
-
Impor Melonjak 31%, Surplus Dagang RI Nyaris Habis Tersisa 90 Juta Dolar AS
-
Telkom Tutup Belasan Anak Usaha, Danantara Tegaskan Tidak Ada PHK Massal
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom
-
Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI