Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (21/10/2014) pagi bergerak menguat sebesar 31 poin menjadi Rp11.994 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.025 per dolar AS.
"Sentimen dari eforia pemerintahan baru kembali menopang mata uang rupiah untuk melanjutkan penguatan berada di bawah level Rp12.000 per dolar Amerika," kata pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa pada pemerintahan baru ini, investor mengharapkan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia dapat terus berlanjut sehingga dapat memberikan efek positif bagi pertumbuhan sektor lain.
"Berkembangnya infrastruktur akan mendorong investasi tumbuh di dalam negeri sehingga perekonomian domestik akan terdorong," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, masih adanya spekulasi perlambatan pertumbuhan global akan membuat bank sentral AS (the Fed) untuk menunda waktu kenaikan suku bunganya masih membebani laju dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa eforia dari situasi domestik masih menopang mata uang rupiah terhadap dolar AS meski dibayangi proyeksi negatif dari produk domestik bruto (PDB) Cina yang melambat.
"Data PDB Cina bisa menghadirkan tekanan pelemahan terhadap seluruh mata uang di Asia, termasuk rupiah," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, pengumuman susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla juga masih ditunggu oleh investor. (Antara)
Berita Terkait
-
Terencana dan Sadis, Andrie Yunus Disiram Pakai Campuran Air Aki dan Cairan Pembersih Karat
-
Saat Negara Gagal Hadir: Tragedi Anak NTT dan Luka Pendidikan Indonesia
-
Jarang Main di Persija, Shayne Pattynama Siap Buktikan Diri di Timnas Indonesia
-
Dua Hari Stasiun Bekasi Timur Lumpuh, Pedagang Kecil Terpukul: Masak Sedikit Aja, Nggak Ada Orang
-
7 Kebiasaan Gen X Sejak Kecil yang Berbeda dengan Gen Z
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen
-
Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS
-
Kelas Menengah Terus Mengelus Dada: Gaji Tak Naik-naik dan Daya Beli yang Kian Payah
-
Hilirisasi Digeber, RI Bidik Pangkas Impor BBM dan LPG hingga Rp1,25 Miliar per Tahun
-
Purbaya Siap Kasih Insentif Pajak ke Pasar Modal, Tapi Ada Syaratnya
-
Gerbong Wanita Disorot Usai Kecelakaan KRL, Salah Posisi atau Salah Sistem?
-
Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot
-
Airlangga Soroti Sepinya IPO Pasar Saham RI di Q1 2026, Ini Penyebabnya
-
Kemendag Siapkan Karpet Merah Regulasi KBLI 2025, Busan: Agar Dunia Usaha Makin Adaptif!
-
Rel KRL dan Kereta Jarak Jauh di Bekasi Harus Dipisah