Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi pembukaan perdagangan Jumat (7/11/2014) pagi dibuka melemah tipis 0,86 poin atau 0,02 persen menjadi 5.033,36, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,21 poin (0,03 persen) ke level 857,39.
"Tekanan yang terjadi pada indeks BEI merupakan pergerakan normal dalam fase konsolidasi, di sisi lain pergerakan bursa saham di kawasan Asia bergerak bervariasi," kata Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya di Jakarta, Jumat, (7/11/2014).
Menurut dia, pelaku pasar sedang menantikan realisasi penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, diharapkan neraca transaksi berjalan Indonesia mengalami perbaikan ke depannya.
Kendati demikian, lanjut dia, koreksi IHSG BEI itu cenderung tertahan oleh dana investor asing yang masih ke pasar modal domestik sehingga potensi kenaikan masih terlihat. Secara teknikal, IHSG juga masih berada di atas level batas bawah di 5.032 poin.
Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan pergerakan IHSG BEI masih dibayangi tekanan akibat belum adanya ketidakpastian atas langkah pemerintah terkait penaikan harga BBM.
"Berlarutnya ketidakpastian itu akan membuat inflasi meningkat karena sejumlah harga barang sudah mengalami kenaikan, kondisi itu dapat menimbulkan kecemaskan pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia yang sedang melambat," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 153,06 poin (0,65 persen) ke 23.496,25, indeks Nikkei naik 96,91 poin (0,58 persen) ke 16.889,39, dan Straits Times menguat 3,68 poin (0,11 persen) ke posisi 3.294,64. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!