Suara.com - Usaha pencacahan sampah plastik yang dilakukan organisasi swadaya masyarakat Kelompok Bontang Lestari Peduli binaan PT Badak LNG cukup menjanjikan dengan omzet yang dihasilkan mencapai Rp250 juta setiap bulan.
"Alhamdulillah setiap bulan kami menghasilkan sampah plastik sekitar 25 ton per dengan nilai mencapai Rp250 juta, sehingga usaha ini cukup menjanjikan," ujar pengurus Kelompok Bontang Lestari Peduli, Heru Nataguna, saat menerima kunjungan wartawan bersama manajemen PT Badak LNG di Bontang, Rabu, (11/3/2015).
Didampingi Manager Media, CSR dan External Relations PT Badak LNG Busori Sunaryo, ia mengatakan usaha pengolahan sampah plastik itu bermula adanya inisiatif dari masyarakat lokal, karena terjadi konflik di kalangan pemulung.
Seorang tokoh masyarakat setempat yakni Haji Thamrin berinisiatif untuk menciptakan lokasi usaha pencacahan plastik guna menampung hasil kerja pemulung dan membentuk organisasi swadaya masyarakat bernama "Kelompok Bontang Lestari Peduli".
Ide yang berawal dari penyelesaian konflik itu ternyata memiliki peluang bisnis yang menjanjikan. Terbukti, setelah beroperasi selama setahun, usaha ini tidak hanya mampu memberdayakan pemulung, tetapi juga masyarakat sekitar lokasi pencacahan plastik.
Dalam perkembangannya, kegiatan ini juga telah membangun jaringan kerja di antara pemulung di Kota Bontang.
"Usaha ini kami geluti sejak tahun 2010 dan hasilnya lumayan. Bahkan, para karyawan ada yang bisa membeli tanah dan mencicil motor serta membiayai anak-anaknya sekolah," ujarnya.
Heru mengakui usaha yang digeluti ini memang masih terbilang langka di Bontang karena belum begitu diminati masyarakat.
"Dalam sehari, karyawan kami bisa mengumpulkan sampah plastik yang telah dipisahkan sebanyak 70 kilogram," kata Haru yang saat ini memiliki sebanyak 50 tenaga pencacah.
Ia menjelaskan sampah plastik yang telah dipisahkan dan dicuci, kemudian dipilah antara yang keras dan lembut sebelum dimasukkan dalam mesin penggiling. Sampah plastik yang sudah diolah dikirim kepada pembeli di Surabaya, Jawa Timur.
"Hasil cacahan sampah plastik dibeli pemborong sehargaRp14.000 per kilogramnya, sedangkan bila memakai takaran ember dibeli dengan harga Rp6.000 per kilogram," paparnya.
Heru sangat berterima kasih kepada PT Badak LNG yang telah memberikan ruang dan bantuan, sehingga usaha yang digeluti saat ini dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dan omzet yang cukup menjanjikan. (Antara)
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
-
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Kenakan Fuel Surcharge hingga 50 Persen
-
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali
-
Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD
-
Dukung Kualitas Pendidikan & SDM,Dewan Komisaris Pertamina Berbagi Inspirasi di Sekolah Area Operasi
-
Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat
-
Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi
-
Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS
-
IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topcer
-
Usai Libur Panjang, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.774.000/Gram