- TalentGO.AI meluncurkan solusi 'AI Virtual HR' berbasis kecerdasan buatan untuk efisiensi rekrutmen perusahaan.
- Platform ini diklaim dapat mempercepat proses rekrutmen hingga enam kali lebih cepat dari cara manual.
- Layanan ini membantu UKM menyaring kandidat akurat tanpa perlu investasi besar pada sistem rekrutmen.
Suara.com - Kebutuhan talenta digital yang terus meningkat membuat banyak perusahaan berlomba mencari kandidat terbaik. Namun bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), proses rekrutmen kerap menjadi tantangan tersendiri karena belum memiliki tim HR khusus.
Dalam praktiknya, proses rekrutmen bisa memakan waktu hingga 150 jam kerja dan biaya mencapai Rp 11,5 juta hanya untuk menyortir CV dan melakukan wawancara awal. Beban tersebut sering kali harus ditanggung langsung oleh pemilik bisnis atau tim operasional.
Atas keresahan itu, TalentGO.AI memperkenalkan solusi 'AI Virtual HR', layanan B2B berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu perusahaan menemukan dan merekrut talenta secara lebih cepat dan efisien.
CEO & Founder TalentGO.AI, Valencia Gabriella mengatakan ide platform ini berangkat dari pengalaman pribadinya beberapa tahun lalu.
"Perjalanan TalentGO.AI dimulai dari sebuah keresahan personal saya sejak tahun 2020. Saat itu, saya melihat sulitnya para kandidat dalam menemukan pekerjaan, namun di sisi lain para pemilik bisnis sering kali kesulitan mencari kandidat yang tepat," ujarnya, seperti dikutip, Kamis (26/2/2026)
TalentGO.AI hadir pada 2025 dengan pendekatan end-to-end berbasis AI, mulai dari pencarian kandidat, otomasi penilaian CV yang lebih akurat dan objektif, hingga video interview untuk memudahkan proses seleksi.
"Hadir pada tahun 2025 lalu dan didukung oleh bantuan teknologi AI, kami memotong proses rekrutmen yang lambat menjadi 6 kali lebih cepat," tambah Valencia.
Lewat sistem ini, proses seleksi diklaim bisa dipercepat hingga 80 persen. AI tidak hanya mencocokkan kata kunci, tetapi membaca pola dan konteks untuk mengurutkan kandidat berdasarkan tingkat kecocokan dan kualifikasi sesuai kebutuhan posisi.
Dengan begitu, perusahaan terutama UKM dapat langsung fokus pada kandidat terbaik tanpa harus menyaring ratusan CV secara manual.
Baca Juga: LPDP Ungkap Beasiswa Kini Fokus ke Program STEM, AI-Semikonduktor, hingga Hilirisasi
TalentGO.AI menyediakan beberapa pilihan layanan, mulai dari penggunaan mandiri untuk screening AI, layanan sourcing dan screening yang dikelola tim internal, hingga layanan end-to-end termasuk headhunter premium.
Model bisnisnya juga disesuaikan untuk kebutuhan UKM, tanpa skema berlangganan wajib. Perusahaan dapat memilih layanan sesuai kebutuhan sehingga tidak perlu berinvestasi besar dalam sistem rekrutmen.
Selain membantu perusahaan, platform ini juga memberikan nilai tambah bagi kandidat. Pelamar bisa mendapatkan masukan terkait CV mereka serta melakukan latihan wawancara online secara gratis. Meski mengandalkan AI, TalentGO.AI menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.
"Dengan bantuan teknologi, pekerjaan manual dan repetitif dalam rekrutmen bisa dipersingkat dan dimudahkan. Namun, keputusan tetap ada pada manusia. Rekruter tetap menentukan kandidat terbaik yang layak dipanggil untuk tahap berikutnya, dan proses wawancara tetap dilakukan secara langsung untuk memastikan kecocokan kandidat," pungkas Valencia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik