Suara.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman optimistis pada tahun ini tidak ada impor beras karena produksi di dalam negeri diyakini akan memenuhi kebutuhan.
"Sesuai target Presiden akan swasembada Pangan 2017, maka produksi diupayakan terus naik. Tahun ini, pemerintah yakin bisa tidak mengimpor beras," katanya di Medan, Rabu (22/4/2015).
Mentan sebelumnya menegaskan hal sama saat melakukan dialogdengan petani di batubara pada acara panen padi dan penyerahan bantuan berupa traktor tangan Di dampingi Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi, Mentan menyebutkan, dalam pencapaian swasembada pangan, pemerintah selama ini dihadapi banyak kendala.
Kendala itu, banyaknya irigasi yang rusak atau mencapai 52 persen dengan luasan sekitar 3 juta hektare.
Kendala lain adalah benih yang bermasalah, keterlambatan distribusi pupuk.
"Kendala-kendala itulah yang membuat pemerintah sekarang memberikan segala yang kurang tersebut," katanya.
Secara nasional, pemerintah memberikan 63.100 unit traktor tangan dari dua tahun lalu yang masih hanya 2.000 unit.
Dia menegaskan, tahun ini merupakan tahap awal pemberian traktor tangan di Sumut, tepatnya di Batubara.
"Kalau irigasi bagus, bibit dan pupuk juga sudah tidak bermasalah, yang jadi kendala adalah masih kurangnya penyuluh pertanian," katanya.
Saat ini penyuluh hanya 27.000 orang, sedangkan kebutuhan 70.000 orang sehingga ada kekurangan 43.000 orang.
Kekurangan itu akan diatasi secara bertahap.
Gubernur Gatot menegaskan, Sumut tetap berkomitmen sebagai salah satu lumbung padi nasional.
Tahun ini, produksi padi diminta pusat bisa mencapai 4,6 juta ton. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok