Suara.com - Harga minyak AS merosot hampir delapan persen pada Senin atau Selasa (7/7/2015) pagi waktu Indonesia barat, di tengah kekhawatiran tentang pelambatan pertumbuhan global setelah pemilih Yunani menolak tawaran dana talangan (bailout), sementara Cina bergerak untuk menenangkan gejolak pasar keuangan.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, turun 4,43 dolar AS, ditutup pada 52,53 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 3,78 dolar AS menjadi menetap di 56,54 dolar AS per barel di perdagangan London.
"Akibat krisis di Yunani, bersama pasar Cina yang tidak stabil, kami langsung melihat permintaan minyak global terkikis dengan cepat," kata Carl Larry, konsultan untuk Frost & Sullivan di Houston.
Para analis mengutip kekhawatiran tentang Eropa setelah dalam referendum rakyat Yunani memutuskan menolak langkah-langkah penghematan yang dikenakan oleh kreditor, melemparkan posisinya di blok mata uang itu ke dalam keraguan.
Dalam referendum pada Minggu, lebih dari 61 persen warga Yunani memilih menolak usulan dari kreditor internasional yang mencakup pemotongan pensiun, kenaikan pajak dan langkah-langkah lainnya.
Para analis mengatakan pilihan "tidak" meningkatkan kemungkinan bahwa Yunani akhirnya keluar dari zona euro dan menambah ketidakpastian ekonomi Eropa.
Krisis Yunani juga telah mengangkat dolar, mendongkrak biaya minyak mentah bagi mereka yang menggunakan mata uang lainnya.
Volatilitas di pasar ekuitas Cina mendorong Beijing untuk melangkah mendukung pasar, tetapi lebih untuk menggarisbawahi pelemahan perekonomian Cina yang bisa berdampak terhadap konsumsi energi di sana.
Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, mengatakan di atas keraguan tentang permintaan minyak, "kami memiliki masalah pasokan besar" karena OPEC memproduksi jauh di atas kuota.
Dua anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Arab Saudi dan Irak, secara bersama-sama memproduksi sekitar 900.000 barel per hari lebih besar dibanding yang mereka lakukan tahun lalu, kata Matt Smith, analis di ClipperData.
Menambah tingkat produksi yang tinggi saat ini adalah kian dekatnya peluang kesepakatan perundingan nuklir Iran, yang dapat mengakibatkan pencabutan sanksi terhadap Iran, membuka jalan bagi ekspor minyak mentah yang lebih besar. (Antara/AFP)
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak
-
Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026
-
Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini
-
Harga Minyak Dunia Terus Melonjak, Besok Harga Pertamax Naik?
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri