-
Harga minyak Brent dan WTI naik akibat ketidakpastian pembukaan kembali jalur Selat Hormuz.
-
Iran dan Oman hampir merampungkan kesepakatan rute pelayaran baru bagi kapal komersial.
-
Pemulihan pelayaran penuh butuh waktu panjang karena syarat politik AS dan penyisiran ranjau.
Suara.com - Harga minyak dunia merangkak naik akibat belum jelasnya kepastian operasional Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal tanker. Lonjakan harga ini terjadi meski Iran dan Oman sudah memasuki tahap akhir negosiasi pembukaan jalur pelayaran baru.
Kontrak berjangka Brent menguat 1,44 persen menjadi 84,79 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 1,08 persen ke level 79,29 dolar AS per barel. Eskalasi harga ini mencerminkan keraguan pelaku pasar global terhadap percepatan pemulihan distribusi energi melalui kawasan tersebut.
Persetujuan rute baru antara Iran dan Oman tidak otomatis membuka penuh Selat Hormuz karena Teheran menuntut Amerika Serikat memenuhi sejumlah syarat tambahan. Sikap keras Iran membuat rantai pasok minyak mentah dunia berada dalam bayang-bayang ketidakpastian jangka panjang.
Proses pemulihan aktivitas pelayaran yang aman dan normal diperkirakan membutuhkan waktu mingguan hingga bulanan meskipun kesepakatan politik tercapai. Dikutip dari Global Banking, tantangan teknis seperti penyisiran ranjau laut dan kesiapan operasional kapal menjadi penghambat utama di lapangan.
Selain masalah teknis, penyedia asuransi kapal juga masih menahan jaminan perlindungan hingga risiko keamanan di wilayah perairan tersebut benar-benar melandai. Kondisi ini membuat perusahaan pelayaran enggan memobilisasi armada mereka dalam waktu dekat.
Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa pembahasan teknis mengenai penetapan rute maritim baru bersama Oman kini sudah berada di fase penutupan. Namun, Teheran menegaskan bahwa pemulihan akses secara menyeluruh sangat bergantung pada respons dan kepatuhan pihak Amerika Serikat.
Iran menyatakan bahwa negosiasi dengan Oman terkait jalur pelayaran baru telah berada di tahap akhir. Tetapi pembukaan kembali secara penuh bergantung pada AS yang harus memenuhi kondisi tambahan.
Pernyataan bersyarat dari Iran ini langsung direspon negatif oleh pasar yang mengantisipasi tersendatnya pasokan minyak mentah dalam jangka pendek. Investor khawatir proses negosiasi politik antara Teheran dan Washington akan berjalan lambat dan alot.
Para analis industri energi mengingatkan bahwa penyelesaian administrasi antarnegera hanyalah langkah awal dari pemulihan krisis ini. Hambatan riil di jalur laut membutuhkan penanganan ekstra yang tidak bisa diselesaikan dalam hitungan hari.
Baca Juga: Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif
Bahkan jika kesepakatan tercapai, para analis memperingatkan bahwa pemulihan pelayaran yang aman dan normal melalui Selat dapat memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan karena pembersihan ranjau, kepercayaan pihak asuransi, dan kesiapan operasional.
Selat Hormuz merupakan choke point paling krusial bagi perdagangan energi global yang menghubungkan produsen minyak Timur Tengah dengan pasar dunia. Penutupan atau gangguan pada lintasan ini selalu memicu ketegangan pasokan dan lonjakan harga minyak secara instan.
Krisis pelayaran ini meruncing setelah ketegangan geopolitik melibatkan Iran, Oman, dan Amerika Serikat yang berdampak langsung pada keamanan rute kapal tanker. Langkah penetapan rute baru dilakukan untuk meminimalkan risiko militer dan menjamin keselamatan armada komersial.
Hingga saat ini, pelaku industri migas global masih memantau dari dekat perkembangan syarat tambahan yang diajukan Teheran kepada pihak Washington. Kepastian hukum dan jaminan keamanan fisik menjadi penentu utama stabilisasi harga minyak dunia ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Prabowo Minta Pangkas Anak Cucu Pertamina, PLN, dan BUMN Lain
-
Raksasa Samudra Bersandar di Lampung: MV Cape San Juan Bawa 'Otot' Militer Super Garuda Shield 2026
-
Senin Pagi Harga Minyak Dunia Melonjak karena Ketidakpastian Selat Hormuz
-
Menag Sebut Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek, Apa Maksudnya?
-
Pantang Menyerah! Pedro Acosta Berusaha Raih Kemenangan Pertama Bersama KTM
-
Wall Street Cetak Rekor, 6 Saham Ini Diprediksi Jadi Buruan Investor Hari Ini
-
Mengenal Tujuan Gerakan Pramuka dan Perannya dalam Pembentukan Karakter Bangsa
-
Jasad Bayi Ditemukan Terkubur di Mojokerto, Polisi Cari Pelakunya
-
Harga Rumah Naik Tipis, BI Catat Penjualan Properti Mulai Pulih pada Kuartal II 2026
-
Iran Janji Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Perang