Bisnis / Makro
Rabu, 09 September 2015 | 12:25 WIB
Groundbreaking LRT. (Antara)

Suara.com - Sebanyak 9 BUMN melakukan sinergi untuk pembangunan light rail transit (LRT), angkutan transportasi massal berbasis rel yang ramah lingkungan sepanjang 83,6 kilometer di Jabodetabek dengan total investasi sekitar Rp23,8 triliun.

"Sinergi BUMN ini mulai dari pengembangan lahan, pembiayaan, konstruksi dan operasional, sehingga menciptakan nilai tambah baik bagi masyarakat maupun korporasi," kata Direktur Utama Adhi Karya Kismodarmawan, di sela peletakan batu pertama proyek LRT, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Sembilan BUMN tersebut, yakni  PT Adhi Karya Tbk (Persero), PT Jasa Marga Tbk (Persero, Perum PPD, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Perum Bulog, PT Bank BNI Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank BRI Tbk, dan PT Bank BTN Tbk.

Selain BUMN, pembangunan LRT tersebut juga melibatkan BUMD Pemda DKI, PT Jakarta Propertindo.

Pemasangan tiang pancang LRT diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan disaksikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Untuk tahap pertama pembangunan LRT, nilai investasi ditaksir sekitar Rp11,9 triliun atau separuh dari total proyek LRT yang dibangun Adhi Karya, yakni Rp23,8 triliun.

Menurut Kiswodarmawan, pada tahap I pembangunan LRT tiga trase, yaitu Cibubur-Cawang sepanjang 13,7 kilometer, Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 kilometer dan Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,9 kilometer dengan total investasi Rp11,9 triliun.

Tahap II lintas Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan dan Palmerah-Grogol dengan panjang 41,5 kilometer.

"Pelaksanaan pembangunan tahap I dimulai kuartal IV 2015 dan direncanakan selesai tahun 2016. Sedangkan tahap II dimulai kuartal IV 2016 dan selesai pada akhir tahun 2018," papar Kiswodarmawan.

Dia menambahkan, daya angkut harian dengan konfigurasi 6 'train set' adalah 24.000 penumpang per hari dengan kecepatan operasi 60-80 km/jam.

"Struktur prasarana terdiri atas pondasi tiang pancang berdiameter 100 cm dan 80 cm dengan kedalaman 25-30 meter, bertujuan agar pembangunannya cepat dan tidak terlalu mengganggu trafik yang ada," ujar Kiswodarmawan. (Antara)

Load More