Suara.com - Sebanyak 9 BUMN melakukan sinergi untuk pembangunan light rail transit (LRT), angkutan transportasi massal berbasis rel yang ramah lingkungan sepanjang 83,6 kilometer di Jabodetabek dengan total investasi sekitar Rp23,8 triliun.
"Sinergi BUMN ini mulai dari pengembangan lahan, pembiayaan, konstruksi dan operasional, sehingga menciptakan nilai tambah baik bagi masyarakat maupun korporasi," kata Direktur Utama Adhi Karya Kismodarmawan, di sela peletakan batu pertama proyek LRT, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (9/9/2015).
Sembilan BUMN tersebut, yakni PT Adhi Karya Tbk (Persero), PT Jasa Marga Tbk (Persero, Perum PPD, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Perum Bulog, PT Bank BNI Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank BRI Tbk, dan PT Bank BTN Tbk.
Selain BUMN, pembangunan LRT tersebut juga melibatkan BUMD Pemda DKI, PT Jakarta Propertindo.
Pemasangan tiang pancang LRT diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan disaksikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Untuk tahap pertama pembangunan LRT, nilai investasi ditaksir sekitar Rp11,9 triliun atau separuh dari total proyek LRT yang dibangun Adhi Karya, yakni Rp23,8 triliun.
Menurut Kiswodarmawan, pada tahap I pembangunan LRT tiga trase, yaitu Cibubur-Cawang sepanjang 13,7 kilometer, Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 kilometer dan Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,9 kilometer dengan total investasi Rp11,9 triliun.
Tahap II lintas Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan dan Palmerah-Grogol dengan panjang 41,5 kilometer.
"Pelaksanaan pembangunan tahap I dimulai kuartal IV 2015 dan direncanakan selesai tahun 2016. Sedangkan tahap II dimulai kuartal IV 2016 dan selesai pada akhir tahun 2018," papar Kiswodarmawan.
Dia menambahkan, daya angkut harian dengan konfigurasi 6 'train set' adalah 24.000 penumpang per hari dengan kecepatan operasi 60-80 km/jam.
"Struktur prasarana terdiri atas pondasi tiang pancang berdiameter 100 cm dan 80 cm dengan kedalaman 25-30 meter, bertujuan agar pembangunannya cepat dan tidak terlalu mengganggu trafik yang ada," ujar Kiswodarmawan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam