Suara.com - Guna mengurangi ketergantungan Indonesia dalam mengimpor minyak, PT. Pertamina (Persero) akan meremajakan dua kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah, dan Balikpapan, Kalimantan Timur.
"Jadi kan produksinya saat ini 800 ribu barel per day. Dengan adanya Program Refinery Development Master Plan, yang di Balikpapan dari 250 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Cilacap dari 348 ribu barel per hari menjadi 370 barel per hari. Jadi kan kita 60 persen dari domestik terus impornya 30 persen. Karena ada perbaikan jadi 25 persennya impor, sisanya bisa dari domestik," kata Direktur Pengolahan PT. Pertamina Rahmat Hardadi saat ditemui di kantor pusat Pertamina, Kamis (22/10/2015).
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT. Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan program RDMP akan dimulai awal November 2015. Total investasi dua kilang tersebut sebesar 10 miliar dolar AS atau setara dengan Rp135 triliun.
"Jadi diharapkan ini investasinya mulai barengan di November. Masing-masing kilang itu 5 miliar dolar AS. Kita sudah bicara dengan Menko dan Menkeu untuk permohonan insentif jufa, karena kita tahu bangun kilang IRR nya ini tuh kecil," katanya.
Pertamina juga berencana membangun kilang baru di Bontang dan Tuban.
"Iya ada dua kilang baru, di east itu Bontang, west itu di tuban," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja
-
Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun