Suara.com - Sembilan fraksi menyatakan setuju untuk melanjutkan pembahasan Rancangan Pendapatan dan Belanja Negara (2016) antara Badan Anggaran dengan pemerintah. Namun, fraksi Gerindra menyatakan menolak untuk melanjutkan pembahasan tersebut.
Wilgo Zainar anggota Banggar dari fraksi Gerindra menjelaskan, penolakan tersebut dilakukan karena Fraksi Gerindra tidak setuju dengan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp39 triliun. Dia juga meminta agar PMN untuk BUMN tersebut dihapuskan.
"Kita punya pandangan yang berbeda. Hari ini kita akan menyampaikan kepada pemerintah kalau kita menolak. Ngapain kita mendanai BUMN dari anggaran negara. Kan dana itu bisa dialihkan ke sektor lain," kata Wilgo saat ditemui usai rapat kerja dengan pemerintah di gedung DPR RI, Kamis (29/10/2015).
Selain itu, Wilgo juga menilai bahwa empat materi panja yang akan dibahas dengan pemerintah belum sesuai dan tidak pro rakyat.
"Empat materi itu kami belum setuju, karena belum pas dan kalau dilihat belum pro rakyat. Kan dana-dana tersebut bisa di alihkan untuk dana desa," tegasnya.
Dia pun mengakui bahwa, fraksi Gerindra kalah suara dengan sembilan fraksi lainnya yang sudah menyetujui untuk melanjutkan pembahasan dengan pemerintah. Tapi hal tersebut, tidak akan mengubah keputusan fraksi Gerindra.
Bahkan, lanjut dia, dengan adanya kejadian ini, jika nantinya ada masalah dengan RAPBN 2016, fraksi Gerindra tidak akan bertenggungjawab.
"Silahkan kalau mau disetujui. Tapi ini jadi catatan kedepannya, kalau ada masalah kami tidak akan bertanggungjawab dengan APBN 2016," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS
-
Emas Antam Melesat ke Harga Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.631.000 per Gram
-
IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991
-
Survei Bank Indonesia Laporkan Keyakinan Konsumen Alami Penurunan, Ini Faktornya
-
Indonesia-Pakistan Targetkan Negosiasi CEPA, Dari Minyak Sawit hingga Tenaga Medis
-
Geser Erick Thohir, Rosan Roeslani Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah
-
Pengusaha Minta Pemerintah Beri Ruang Proyek Infrastruktur untuk UMKM Konstruksi
-
Rekomendasi Saham-saham yang Patut Dicermati Senin 12 Januari 2026
-
FAO: 43,5% Masyarakat Indonesia Tidak Mampu Beli Makanan Bergizi, Negara Intervensi Lewat MBG