Bisnis / Keuangan
Senin, 30 November 2015 | 06:33 WIB
Ilustrasi (dollarphotoclub/duitpintar)

 Masalahnya, tabungan selama mereka bekerja baru terkumpul sekitar Rp40 juta. Akhirnya Denny memutuskan mengajukan KTA sebesar Rp50 juta dengan tenor 3 tahun dan bunga tetap 1.5 persen per bulan.

 Sebanyak Rp 40juta ia gunakan untuk menggenapi DP, dan sisa Rp 10juta untuk biaya administrasi. KPR rumah pun disetujui dan kini, Denny memiliki dua cicilan setiap bulannya berupa KPR dan KTA.

 Utang KTA: Rp 50 juta

Bunga KTA: 1,5% per bulan

Jangka waktu: 3 tahun

Cicilan pokok utang per bulan: Rp 50juta : 36 bulan = Rp1.388.888

Bunga per bulan: 1,5% X Rp 50 juta = Rp750.000

Cicilan per bulan: Rp1.388.888 + Rp 750.000 = Rp2.138.888

Total pembayaran: Rp2.138.888 X 36 = Rp76.999.968

 Denny dan istrinya harus mengalokasikan Rp2.138.888 per bulan untuk melunasi KTA. Total yang harus dibayar selama 3 tahun adalah Rp 76.999.968.

Denny pun masih harus mencicil KPR sekitar Rp3,8juta per bulan.

Total pendapatan Aji dan istri: Rp 5juta+Rp 3juta= Rp 8juta

Cicilan KPR= Rp 3,8juta

Cicilan KTA= Rp 2 ,1juta

Sisa pendapatan= Rp 2,1juta

 Dengan dua utang tersebut kondisi keuangan Denny sudah pasti bakal ngos-ngosan. Belum lagi jika Denny dan Istri harus mengalokasikan dana buat kebutuhan mendadak atau musibah.

 Intinya, sangat nggak dianjurkan deh mengambil KTA untuk DP KPR. Setuju?

Baca juga artikel DuitPintar lainnya:

 Gelar Audisi Pinjaman KTA Dulu Dong Biar Dapat Memilih Bank yang Tepat

 Kenalan Dulu dengan Istilah dalam KPR Sebelum Ajukan Aplikasi, daripada Clingak-Clinguk, Ya Kan?

KPR untuk Rumah yang Belum Dibangun? Beneran Bisa?

Published by

Load More