- Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi yang dilakukan tersangka Saepul.
- Tersangka Saepul membawa obat terkait dugaan penyakit HIV saat memperagakan aksi pembunuhan terhadap korban Kunaefi yang dikenalnya lewat media sosial.
- Tersangka ditangkap di Pandeglang setelah membunuh, memutilasi, dan membuang jasad korban ke beberapa lokasi berbeda di Depok.
Suara.com - Tersangka pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di Cipayung, Depok, Saepul alias Saepullah (26), membawa obat saat menjalani rekonstruksi perkara. Polisi menyebut obat tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan tersangka yang diduga mengidap HIV.
Saepul dihadirkan langsung dalam rekonstruksi yang digelar Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Selasa (11/8/2026). Ia memperagakan rangkaian perbuatannya dalam total 51 adegan.
Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendara mengatakan rekonstruksi digelar untuk memperjelas fakta dan rangkaian peristiwa dalam perkara tersebut.
Menurut Dimitri, terdapat sekitar 30 adegan utama dalam rekonstruksi. Namun, sejumlah adegan memiliki sub-adegan yang melibatkan tersangka dan saksi sehingga totalnya mencapai 51 adegan.
Rangkaian reka ulang dimulai dari saat Saepul mencari korban, munculnya niat untuk mengambil barang milik korban, hingga aksi pembunuhan, mutilasi, dan pembuangan jasad.
"Pelaku memperagakan mulai dari berusaha mencari korban, kemudian mencari niat untuk mendapatkan barang-barang milik korban, sampai pelaku melakukan pembunuhan, melakukan mutilasi, dan melakukan pembuangan badan-badan dari korban," ungkap Dimitri kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
Sejumlah adegan menjadi perhatian polisi, termasuk saat Saepul menusuk korban, memutilasi tubuh Kunaefi hingga membuang potongan jasad korban.
Di tengah rekonstruksi tersebut, Saepul juga terlihat membawa obat bertuliskan "Telado". Polisi menyebut obat itu berkaitan dengan kondisi kesehatan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik.
"Dia menderita penyakit HIV, " jelasnya.
Berkenalan Lewat Media Sosial
Kasus ini bermula ketika Saepul dan Kunaefi diduga berkenalan melalui media sosial. Keduanya kemudian sepakat bertemu di sebuah kontrakan di kawasan Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026.
Pertemuan tersebut diduga berujung cekcok. Saepul kemudian menusuk bagian perut dan menggorok leher Kunaefi menggunakan pisau.
Setelah korban meninggal, Saepul diduga memutilasi tubuh Kunaefi pada bagian pangkal paha. Jasad korban kemudian dibungkus menggunakan plastik hitam dan karung sebelum dibuang ke kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Depok.
Sementara kedua kaki korban dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas.
Saepul kemudian ditangkap Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Pandeglang, Banten, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Ia ditangkap saat diduga hendak melarikan diri.
Berita Terkait
-
Ratusan Senjata di Sekolah Islam Harapan Ibu Terkait Rencana Kerja Sama Olahraga Menembak
-
MC dan EO The Sounds Project Diperiksa Polisi Buntut Challenge Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras
-
Ayah di Jakarta Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun, Terkuak Usai Korban Lapor Guru BK
-
Puluhan Senjata dan Amunisi Ditemukan Lagi di Sekolah Islam Harapan Ibu
-
Titik Balik Kasus Kematian Sutrimo: Mengapa Keluarga Akhirnya Memilih Lapor Polisi?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Saepul Pelaku Mutilasi Depok Ternyata Idap HIV, Bawa Obat Saat Jalani Rekonstruksi
-
Catat Tanggalnya! D.O. EXO Bakal Sapa Fans Indonesia Lewat Tur Asia Terbaru
-
Pascabanjir Batang Toru, UI Dorong Pembangunan Kawasan Pegunungan Berbasis Sains
-
Bambang Harymurti Usul RUU Perampasan Aset Berganti Nama Jadi RUU Melindungi Aset
-
Mulai dari Kebun Raya Hingga Puncak, Ini Daftar Rute Bus Listrik Baru di Bogor
-
Mengapa CFX10 Penting bagi Investor Kripto, Ini Penjelasannya
-
20 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus Bapak-bapak yang Berguna dan Berkesan
-
3 Opsi Mobil 60 Jutaan Plus dan Cara Jitu Cek Sasis Mobil Bekas Tabrakan Biar Nggak Rugi
-
Purbaya-Bahlil Saling Puji usai Jadi Menteri Terbaik Versi Survei IPO
-
Pansus Agraria Mandek, Dasco Kumpulkan Para Menteri untuk Bereskan Konflik Lahan