Suara.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun tajam, Jumat (18/12/2015) pagi. Ini setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga acuannya.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari merosot 27,2 dolar AS, atau 2,54 persen. Menjadi menetap di 1.049,60 dolar AS per ounce.
Emas berada di bawah tekanan kuat karena bank sentral AS menaikkan suku bunga utamanya seperempat poin dari 0,00-0,25 persen menjadi 0,25-0,50 persen. Setelah pertemuan kebijakan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berakhir Rabu.
Peningkatan suku bunga The Fed mendorong para investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil. Karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.
Belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika. Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, naik kamis kemarin.
Para analis percaya bahwa tren jangka panjang untuk emas masih sangat "bearish" karena kenaikan suku bunga The Fed terjadi meski sempat diperkirakan akan menunda kenaikannya hingga 2016.
Perak untuk pengiriman Maret merosot 54,5 sen, atau 3,83 persen, menjadi ditutup pada 13,703 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 31,3 dolar AS, atau 3,57 persen, menjadi ditutup pada 844,70 dolar AS per ounce. (Antara/Xinhua)
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Program MBG Terus Jalan, Tapi Anggarannya Tak Lagi Rp 268 Triliun
-
Banyak Protes Pertamax Naik, Jubir Bahlil Ajak Rakyat Bergandeng Tangan
-
Fasilitas Motor Listrik hingga Dana Insentif Rp6 Juta MBG Mau Dihilangkan?
-
Perbanas: Perbankan Nasional Tetap Sehat, Kredit Tumbuh Hampir 10 Persen
-
Ramai Isu PLTU Jawa Kehabisan Batu Bara-Banyak Mati Lampu, Jubir Bahlil: Memang Ada Gangguan Teknis
-
Isu Menkeu Purbaya Digoyang Mencuat, Fuad Bawazier: Ada Perlawanan terhadap Arah Ekonomi Prabowo
-
Emiten Properti SMRA Tebar Dividen Rp 5 per Saham
-
Harga Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Ingatkan Jangan Ambil Untung
-
IHSG Terkoreksi 0,28% Setelah Investor Lanjutkan Ambil Cuan, BBCA Masih Naik
-
Zulhas Bongkar Data MBG, 63,1 Juta Penerima Manfaat Bakal Diverifikasi Ulang