Suara.com - Saham-saham Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) berakhir naik pada Selasa (Rabu pagi WIB 23/12/2015) untuk hari kedua berturut-turut, setelah data AS menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS kuartal ketiga sesuai dengan harapan pada dua persen.
Dow Jones Industrial Average naik 165,65 poin (0,96 persen) menjadi ditutup pada 17.417,27.
Indeks berbasis luas S&P 500 berakhir naik 17,82 poin (0,88 persen) menjadi 2.038,97, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq naik 32,19 poin (0,65 persen) menjadi ditutup pada 5.001,11.
Departemen Perdagangan AS memangkas estimasi pertumbuhan periode Juli-September menjadi 2,0 persen dari 2,1 persen, sebagian karena investasi bisnis dalam persediaan lebih rendah.
Namun para analis mengatakan laporan menunjukkan pertumbuhan yang kuat dalam pengeluaran konsumsi pribadi, yang mendorong sekitar dua pertiga dari kegiatan ekonomi AS.
Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities, mengatakan keuntungan minggu ini adalah respon terhadap kerugian yang mendalam pada saham akhir minggu lalu.
"Kadang-kadang, hal ini terjadi ketika sentimen pergi terlalu jauh dalam satu arah," James mengatakan. "Pasar masih sangat tangguh, dan itu terlalu sulit sekarang untuk membawa pasar turun dengan keyakinan apapun." Saham produsen mobil Ford naik 3,4 persen menyusul laporan bahwa perusahaan dalam pembicaraan dengan Google untuk berkolaborasi pada teknologi mobil swatantra. Induks perusahaan Google, Alphabet, naik 0,3 persen.
Chipotle Mexican Grill anjlok 5,3 persen di tengah berita bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit sedang menyelidiki wabah E.coli yang mungkin tidak terkait dengan salah satu sebelumnya pada November yang menyebabkan 53 kasus di sembilan negara bagian.
Anggota Dow, Caterpillar, naik 4,9 persen meskipun diberitakan bahwa juri AS telah menemukan pembuat alat berat itu bersalah mencuri rahasia dagang dari sebuah pemasok Inggris. (Antara)
Berita Terkait
-
Wall Street Pecah Rekor di Tengah Harapan Damainya Perang, Berimbas ke IHSG?
-
Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik
-
Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran
-
Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran
-
Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar