Bisnis / Makro
Senin, 13 Juli 2026 | 07:02 WIB
Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]
Baca 10 detik
  • IHSG diprediksi menguji area resistance 5.950 hingga 6.050 setelah pekan lalu investor asing melakukan aksi jual bersih signifikan.
  • Pergerakan indeks domestik mendapat dorongan sentimen positif dari penguatan solid bursa saham Amerika Serikat dan kawasan Asia Pasifik.
  • BNI Sekuritas merekomendasikan strategi perdagangan spekulatif pada beberapa saham pilihan seperti CUAN, DSSA, BUMI, AMMN, ASII, dan AADI hari ini.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bersiap memulai perdagangan pekan ini dengan potensi uji kekuatan pada area resistance krusial.

Setelah berhasil ditutup menguat tipis 0,2% pada pekan lalu, pergerakan indeks domestik masih dibayangi aksi ambil untung oleh investor mancanegara.

Berdasarkan data pasar BNI Sekuritas, laju IHSG pekan lalu diiringi oleh aksi jual bersih (net sell) dari investor asing yang menembus nilai sekitar Rp285 miliar.

Sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) yang menjadi sasaran utama aksi pelepasan portofolio asing meliputi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini berpotensi mengalami kenaikan untuk menguji rentang resistance di level 5.950 hingga 6.050, dengan area support terjaga pada kisaran 5.850 sampai 5.870.

Investor diimbau tetap waspada karena sepanjang indeks belum mampu menembus batas psikologis 6.050, posisi IHSG masih cukup rentan mengalami koreksi kembali. Sebaliknya, apabila level 6.050 berhasil dilewati, terbuka ruang penguatan lanjutan menuju target berikutnya di 6.300.

Arah pergerakan IHSG awal pekan ini mendapat dorongan sentimen positif dari penutupan pasar saham Amerika Serikat yang solid pada perdagangan Jumat malam (10/7).

Indeks S&P 500 melaju 0,42%, diikuti indeks Nasdaq Composite dan Dow Jones Industrial Average yang masing-masing menguat sebesar 0,29%.

Laju positif bursa New York disokong oleh performa saham-saham raksasa teknologi. Saham Meta Platforms memimpin penguatan dengan melonjak hingga 6%, disusul Nvidia yang melesat sekitar 4%.

Baca Juga: WIKA, WSKT hingga INAF Masuk Daftar Hitam BEI, Terancam Delisting

Selain itu, perhatian pelaku pasar global tertuju pada debut perdana produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, di papan perdagangan Nasdaq.

Kendati kedatangannya memicu kekhawatiran persaingan aliran likuiditas dengan produsen domestik AS seperti Micron Technology, volatilitas pasar berhasil diredam oleh kabar penurunan harga minyak mentah dunia.

Sentimen komoditas ini melunak setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi adanya sinyal komunikasi dari Iran untuk kembali ke meja perundingan melalui mediasi Qatar dan Pakistan.

Seirama dengan Wall Street, mayoritas bursa saham di kawasan Asia Pasifik juga mencatatkan apresiasi tinggi pada akhir pekan lalu dengan motor penggerak dari emiten berbasis AI dan semikonduktor.

Korea Selatan: Indeks Kospi melesat 2,5%, sementara Kosdaq melonjak signifikan hingga 5,5%.

Jepang: Indeks Nikkei 225 terangkat 1,2% dan Topix naik 0,39% pasca-pernyataan Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengenai rencana peninjauan alokasi dana pensiun (GPIF) ke aset domestik.

Load More