Suara.com - Berawal dari mimpi besar untuk Indonesia yang lebih baik, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) turut serta aktif dalam mewujudkan harapan dan impian masyarakat di seluruh Indonesia melalui kegiatan kapsul waktu 2085. Peran aktif dalam mewujudkan harapan dan impian anak Bangsa ini dituangkan dalam dukungan dan usaha keras PLN untuk terus memperbaiki dan menambah ketersediaan infrastruktur khususnya di bidang ketenagalistrikan.
Agung Murdifi Manajer Senior Public Relations PT PLN menuturkan Ekspedisi Kapsul 2085 ini telah mengumpulkan harapan dan impian seluruh anak Bangsa dari Nol Kilometer di Kota Sabang, sampai kota Merauke, di ujung timur Indonesia. Impian setiap anak bangsa di setiap Provinsi, dijadikan satu menjadi impian bersama, dirajut menjadi satu dalam kapsul waktu yang akan dibuka pada 2085 nanti.
Puncak acara Ekspedisi kapsul di Merauke dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo tersebut, yang mengajak untuk terus bekerja keras demi mewujudkan mimpi menuju Indonesia yang semakin baik.
Secara umum harapan dan impian masyarakat yaitu Indonesia bisa maju di bidang teknologi, pendidikan dan kemajuan di bidang ekonomi. Semua harapan tersebut tentu butuh dukungan infrasruktur termasuk yang utama adalah kelistrikan yang cukup, memadai dan handal. "Kemajuan teknologi dan ekonomi kita akan lambat maju bila infrastruktur listriknya belum menjangkau ke seluruh pelosok tanah air, supaya anak-anak bisa belajar dengan baik maka harus ada listriknya, dan untuk perkembangan ekonomi maka listrik juga menjadi salah satu faktor pendorongnya," kata Agung dalam pernyataan resmi, Rabu (30/12/2015).
Di Kalimantan Utara misalnya, masyarakat berharap daerahnya yang termasuk daerah perbatasan bisa didukung dengan infrastruktur kelistrikan yang mudah didapat, dijangkau dan modern. Saat ini PLN juga terus menggenjot pembangunan proyek pembangkit dan transmisi sehingga menambah pasokan energi di berbagai daerah, termasuk di daerah perbatasan, sehingga juga bisa mendorong daerah-daerah untuk mempunyai daya saing yang tinggi. Hal yang sama juga diharapkan masyarakat di Papua, Bengkulu dan Riau yang memimpikan daerahnya menjadi desa layak huni, dengan kemudahan sarana dan prasarana seperti jalan dan listrik. Di Maluku, masyarakatnya bermimpi supaya listrik selalu hidup terus dan handal. Listrik dapat murah untuk masyarakat miskin. Di Papua, harapan dan mimpi menjadikan Papua pusat industri terbesar di dunia. Dengan mimpi-mimpi itu tentu PLN juga akan mendukung dari pembangunan infrastruktur agar mimpi tersebut dapat terwujud paling lambat untuk 70 tahun ke depan.
Saat ini kapasitas terpasang PLN dari Sabang sampai Merauke mencapai sekitar 50.000 Mega Watt (MW), hingga tahun 2019 nanti, PLN bersama pemerintah sedang membangun pembangkit hingga 35.000 MW, berikut jaringan transmisinya.
“PLN terus bekerja keras untuk membangun infrastruktur kelistrikan lebih baik lagi, kami berharap program 35.000 MW bisa menjadi motivasi kita semua untuk Indonesia yang terang benderang,” ujar Agung Murdifi.
Dengan demikian, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati listrik dengan tercapainya rasio elektrifikasi 100 % dalam perjalanan impian menuju 70 tahun ke depan.
Berita Terkait
-
Prabowo Tegur Soal Listrik Padam di Kalimantan, Bahlil Janji Gangguan PLN Cepat Beres
-
Peternak Rugi Ratusan Juta Gegara Listrik Padam, Bos PLN Diminta Tanggung Jawab
-
Gardu Induk Gandul Bermasalah, Listrik di Jakarta Hingga Tangerang Sempat Gelap Gulita
-
Mati Listrik di Cirendeu Sudah Pulih, PLN Ungkap Penyebabnya
-
Listrik Padam, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta, Kantor PLN Palangka Raya Disegel
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan