Bisnis / Makro
Jum'at, 01 Januari 2016 | 21:28 WIB
Ilustrasi instalasi sumur minyak di Stasiun Pengumpul (SP) Subang milik PT Pertamina EP di Desa Cidahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat. [Antara/Widodo S Jusuf]

Suara.com -  PT Pertamina EP membor dua sumur yang masing-masing berlokasi di Karawang, Provinsi Jawa Barat dan Prabumulih, Sumatera Selatan pada Jumat, (1/1/2016).

Presiden Direktur Pertamina EP Rony Gunawan di Jakarta, Jumat (1/1/2016) mengatakan, pemboran dua sumur itu merupakan komitmen perusahaan mendukung target produksi migas nasional.

"Meskipun kondisi minyak mentah dunia sedang fluktuatif dan cenderung rendah harganya, pada 1 Januari ini, kami membuka tahun 2016 dengan dua pemboran sumur migas," ucapnya.

 Menurut dia, kegiatan pemboran anak perusahaan PT Pertamina (Persero) di Karawang itu merupakan sumur eksplorasi yang dinamakan Bambu Besar 04 (BBS-04).

Sedang, di Prabumulih, merupakan sumur produksi TLJ 26INF yang dibor menggunakan "rig" milik anak perusahaan Pertamina juga, PT PDSI.

Rony mengemukakan, pemboran pada struktur Bambu Besar dimulai pada 19 Juni 2009 dengan sumur Bambu Besar (BBS) 01. Selanjutnya, sumur Bambu Besar (BBS) 02 yang dibor pada 20 Agustus 2012.

Lalu, sumur BBS 03 yang dibor pada 23 September 2015 dan terakhir BBS 04 yang dibor tepat pukul 00.01 WIB pada 1 Januari 2016.

"Sumur BBS 04 ini merupakan komitmen kami kepada para pemangku kepentingan. Target pemboran sumur eksplorasi ini akan selesai selama 39 hari dengan kedalaman 2.100 meter," tambah Nanang Abdul Manaf, Direktur Eksplorasi yang turut hadir di lokasi pemboran sumur BBS 04.

Setelah selesai pemboran sumur BBS 04, lanjutnya maka seluruh struktur Bambu Besar siap untuk memasuki tahap rencana pengembangan (plan of development/POD) dan diharapkan dapat lebih cepat menghasilkan energi serta menggerakkan ekonomi Indonesia.

(Antara)

Load More