Suara.com - Furnitur yang menggunakan finishing jenis HPL ((High Pressure Laminated) sudah banyak ditemukan. Biasanya, furnitur HPL digunakan sebagai pengganti furnitur bermaterial kayu.
Sebagai informasi, HPL merupakan finishing material yang terbuat dari resin, kertas kraft, penofin, dan kertas decorative yang diproses menggunakan teknologi canggih bertekanan tinggi. Dengan proses tersebut, furnitur HPL memiliki daya tahan yang lama.
Biasanya, HPL digunakan sebagai pelapis akhir untuk perabotan kayu solid dengan motif dan corak yang dibisa ditentukan sesuai keinginan. Makanya, furnitur HPL semakiin diminati daripada furnitur kayu atau plywood.
Bagi yang tertarik dengan furnitur HPL, berikut kelebihan dan kekurangan furnitur HPL!
Kelebihan HPL
- Memiliki beragam corak dan warna yang menyerupai kayu asli, metalik, warna solid, marmer, hingga granit
- Tampilan bisa disesuaikan dengan keinginan
- Biayanya lebih murah
- Anti gores dan anti air
- Tampilan lebih bersih
- Cocok diterapkan pada furnitur bergaya minimalis modern
Kekurangan HPL
- Bila proses pengeleman tidak sempurna, maka lapisan furnitur HPL mudah terlepas
- Furnitur HPL sangat keras sehingga mudah patah
- Tampilannya tidak semewah furnitur dengan finishing cat duco
- Tidak bisa diterapkan untuk membuat bidang lengkung berukuran kecil pada furnitur
| Published by Rumahku.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita
-
Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun
-
BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota
-
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap
-
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok
-
Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur
-
Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar