4. Belilah Valas di Tempat Resmi
Tidak hanya rupiah yang dipalsukan, tetapi juga mata uang asing, utamanya dolar Amerika Serikat. Oleh sebab itu, belilah valas di tempat resmi seperti bank atau money changer yang telah berpengalaman dan terpercaya. Selain pemalsuan mata uang, investasi di sektor ini juga berisiko terhadap penipuan. Untuk mengantisipasinya, sebaiknya tidak bertransaksi valas secara online.
5. Simpan Valas di Tempat Aman
Sebagai objek investasi, mata uang asing juga harus dirawat baik-baik. Bukan agar bisa berlipat ganda, tetapi agar terjaga kondisinya dari kerusakan seperti terlipat, warna yang berubah, bahkan sobek. Kerusakan-kerusakan tersebut akan menurunkan nilai valas itu, bahkan tidak laku dijual. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menyimpan valas di tempat aman, seperti di lemari besi atau bank.
6 . Aktif Membandingkan Kurs valas di Beberapa Tempat Resmi
Kurs jual dan beli di setiap bank atau money changer tidak selalu sama. Nah, untuk mendapatkan selisih kurs maksimal, Anda harus aktif membandingkan kurs valas antara bank atau money changer yang satu dengan yang lain. Untuk itu, Anda harus memiliki banyak referensi bank juga money changer dan selalu update pergerakan kurs di tempat-tempat transaksi valas tersebut.
7. Jual Valas di Saat yang Tepat
Kapan waktu yang tepat untuk menjual valas? Tentu saja ketika kurs jualnya melambung tinggi, sehingga selisih yang diperoleh sungguh menggiurkan. Nah, untuk bisa mengetahui tinggi rendahnya kurs jual, tentu Anda harus update pergerakannya setiap hari, bahkan setiap jam. Kurs mata uang asing bersifat fluktuatif dan perdagangannya di Indonesia menganut sistem free float alias mengambang bebas, di mana perubahan nilainya sangat tergantung pada permintaan dan penawaran pasar.
Tertarik investasi Valas?
Setelah mengetahui tipsnya, Anda bisa menentukan mata uang dari negara mana yang akan diinvestasikan. Dari banyaknya mata uang asing yang beredar, beberapa yang paling banyak diminati adalah dolar Amerika (USD), dolar Singapura (SGD), euro, dolar Australia (AUD), dan yen Jepang (JPY). Mana yang menarik bagi Anda?
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Program Keluarga Harapan, Apa Manfaat yang Ditawarkan?
Cara Menghitung Bunga Kartu Kredit dan Ketentuannya
18 Peluang Bisnis yang Cocok Bagi Mahasiswa
| Published by Cermati.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya