Suara.com - Maskapai penerbangan berbiaya murah Citilink selama 2016 akan menambah delapan pesawat baru jenis A320 sehingga total seluruh armada menjadi 44 pesawat.
Direktur Komersil Citilink Hans Nugroho di Pekanbaru, Kamis (3/3/3026), mengatakan dengan penambahan armada maka frekuensi penerbangan akan menjadi 250-260 kali per hari.
"Saat ini kita telah melaksanakan lebih dari 220 penerbangan dengan 56 rute yang menjangkau 28 kota. Adanya penambahan armada makin menguatkan Citilink dalam bersaing di kelas penerbangan berbiaya murah," ujarnya.
Adanya penambahan armada pesawat delapan unit itu memungkinkan Citilink membawa sampai 11 juta penumpang dari kemampuan sekarang 8,9 juta. Satu dari tambahan pesawat itu sudah datang pada Februari 2016.
Tambahan armada akan dipergunakan untuk meningkatkan intensitas rute penerbangan yang ada sekarang serta membuka rute penerbangan baru seperti yang dilakukan dengan membuka rute Pekanbaru-Bandung, Pekanbaru-Medan dan Pekanbaru-Banda Aceh.
Direktur Keuangan Citilink Mega Satria pada kesempatan itu menegaskan, sumber dana pembelian pesawat baru itu berasal dari pinjaman serta "operating list" (Lessor).
"Tentunya kita tidak menunggu dana dari IPO, yang hingga saat ini pun Citilink belum memutuskan kapan akan dilakukan penawaran saham perdana untuk mendapatkan dana publik," ujarnya.
Dengan terus meningkatkan jumlah penumpang melalui peningkatan pelayanan, pemeriksaan kesehatan yang cermat terhadap pilot dan kru sebelum terbang serta ketepatan waktu terbang, ia mengharapkan kondisi keuangan Citilink akan makin baik.
Dalam mengoptimalkan jumlah penumpang, Citilink bekerja sama dengan perbankan dengan memberikan tambahan di fasilitas. Sebagai contoh kerja sama yang dilakukan dengan Bank Mandiri dalam bentuk pemberian cash back dari setiap tiket yang dibeli menggunakan kartu debit/kredit bank tersebut.
"Untuk paket wisata kita juga menawarkan menginap tiga hari dua malam di Hotel Best Western. Dengan berbagai cara itu penumpang diharapkan akan terus meningkat tanpa perlu menawarkan tiket yang sangat murah namun ada fasilitas yang dikorbankan," ujar Hans yang duduk bersebelahan dengan Mega Satria.
Citilink adalah anak perusahaan Garuda Indonesia yang menyediakan jasa penerbangan berbiaya murah (LCC) dengan sistem dari kota ke kota menggunakan model usaha pesawat berbiaya murah.
Meski belum terlalu lama beroperasi sederet prestasi sudah ditorehkan Citilink sepanjang 2015 diantaranya Asia Best Employer Brand Awards dan employer brand Institute, Indonesia Original Brand, middle class brand champions dari majalan Swa, best eMark award dari Telkom University dan top IT Innovation award on transportation dari Kemenkominfo dan prestasi lainnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Apresiasi Pelanggan Setia, Citilink Serahkan Hadiah Mobil Hybrid dan Tiket Gratis
-
Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG
-
Langka! Detik-detik Peluncuran Roket Antariksa Terekam dari Jendela Pesawat
-
Peneliti Ungkap Cara Sederhana Tekan Dampak Iklim Penerbangan, Bagaimana Solusinya?
-
Danantara Gaspol Bentuk Holding BUMN Maskapai, Target Semester I-2026 Rampung
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan