Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan, pemerintah akan menjadikan kota Brebes di Jawa Tengah sebagai pilot project penerapan program pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan.
Pasalnya, produksi bahan pangan di kawasan Brebes kerap kali menyumbang inflasi paling tinggi di Indonesia. Oleh sebab itu pemerintah akan mengendalikan dengan cara penerapan program tersebut agar inflasi terkendali.
"Brebes ini kan sebagai kota penghasil bawang, nah kita tahu juga bahwa bawang kan menyumbang inflasi, nah kita mau kendalikan ini (inflasi) agar tidak selalu naik," kata Teten saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (31/3/2016).
Teten menjelaskan, program pemerintah ini akan berkolaborasi untuk membuat agar komoditas ini bisa terjaga saat musim melimpah maupun tidak.
Salah satunya program yang akan dibawa adalah memaksimalkan pengolahan dari komoditas ini. Sehingga harga komoditas ini bisa terjaga karena pasokan berada di batas cukup, sedangkan kelebihan komoditas bisa diolah menjadi produk lain yang tahan lama.
"Misal bawang saat produksi banyak, ini kan bisa dibuat bawang olahan. Jadi bisa dijual dalam jangka waktu lama. Selain itu kita juga akan koordinasikan masalah pergudangan dan marketingnya bagaimana," katanya.
Berita Terkait
-
Fenomena Demo Wajan: Saat Legitimasi Kebijakan Cuma Seharga Rp100 Ribu
-
Bagaimana Sistem Transportasi Publik Melanggengkan Kemiskinan Waktu
-
Maraknya Buzzer Pemburu Receh: Antara Miskin Ekonomi dan Miskin Harga Diri
-
Makan Gratis Tak Boleh Sekadar Kenyang, Wajib Jadi Senjata Pamungkas Hapus Kemiskinan!
-
Pemprov Jabar Jadi Pemerintah Daerah Terbaik dalam Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun