Suara.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan, mengatakan dana tanah yang digunakan untuk pembebasan lahan akan dialihkan ke satu lembaga mulai 2017.
Ferry, seperti dikutip Antara, mengatakan nantinya tidak ada lagi dana tanah di kementerian-kementerian, sebab semua akan dialihkan ke Badan Layanan Usaha Lembaga Manajeman Aset Negara (BLU LMAN) yang posisinya berada di Kementerian Keuangan.
"Kebijakan itu mulai dijalankan pada 2017. Saat ini, sampai Desember 2016, dana pembebasan tanah, terutama untuk jalan tol, ditalangi oleh badan usaha jalan tol (BUJT)," ujar Ferry usai melakukan rapat koordinasi di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (13/4/2016).
Dalam kesempatan yang sama Dirjen Bina Marga Kementerian Perusahaan Umum dan Perumahan Rakyat Hediyanto Husaini menambahkan, keberadaan BLU LMAN akan lebih memudahkan penyaluran dana pembebasan tanah.
Hediyanto menekankan, BLU LMAN hanya mengurus dana, sementara pembebasan tetap dilakukan oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) dan kementerian yang terkait.
Adapun saat ini, sampai Desember 2016, pembebasan lahan masih dibiayai oleh dana talangan dari BUJT seperti Jasa Marga, Waskita Karya dan Hutama Karya.
"Peraturan Menteri Keuangan (PMK)-nya sedang diproses. Namun menunggu itu selesai, kontrak BUJT dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sudah bisa diagendakan," tutur Hediyanto.
Dia pun berharap pertengahan 2016 dana talangan dari BUJT sudah bisa digunakan. Sebab, jika ditunda, investasi BUJT juga akan terganggu. BLU LMAN sendiri, kata dia, ditargetkan bisa menyalurkan dana hingga Rp16 triliun untuk jalan tol.
Berita Terkait
-
Lawan Praktik Calo, Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan untuk Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung
-
7 Gubernur Berganti, Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu-BIN Masih Tersandera Pembebasan Lahan
-
Taqy Malik Akui Tak Jalani Kewajiban Sebagai Pembeli Lahan: Saya Gak Sanggup Bayar
-
Ikuti Putusan Pengadilan, Taqy Malik Akhirnya Serahkan 7 Kavling ke Pemiliknya
-
Sherel Thalib Dukung Taqy Malik di Kasus Sengketa Tanah, Netizen Minta Jangan Playing Victim
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim